Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 7 Agustus 2026
Wabup Jembrana Patriana Krisna Gagal Divaksin Covid-19
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Vaksinasi massal yang digelar Pemkab Jembrana Selasa (16/03/2021) di Gedung Auditorium melibatkan 1.300 orang dari berbagai instansi baik pemerintah, swasta, dan tokoh agama.
Gebyar vaksinasi massal ini juga melakukan vaksinasi kepada Bupati Jembrana I Nengah Tamba dan Wakil Bupati Jembrana Gede Ngurah Patriana Krisna.
Namun, Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat) harus rela menunda untuk divaksin lantaran sebelumnya sempat dinyatakan positif saat menjalani rapid tes antigen pada bulan Januari 2021.
"Ya sekarang saya gagal disuntik vaksin, karena setelah menjalani screening tadi saya pernah dinyatalan positif setelah uji cepat rapid tes antigen pada bulan Januari 2021 lalu," ungkap Patriana Krisna.
Patriana mengungkapkan, pada 7 Januari lalu dia sempat rapid test antigen di Kota Kediri, Jawa Timur. “Karena positif, saya diminta untuk isolasi mandiri. Saya isolasi di rumah Kediri. Pada 14 Januari kemudian saya rapid test antigen lagi hasilnya tetap positif. Lanjut saya isolasi kembali. Kemudian test lagi baru negatif,” terang Ipat.
Berbeda dengan Bupati Jembrana I Nengah Tamba, akhirnya bisa disuntik vaksin setelah lolos dari uji screening oleh tim Vaksinasi.
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4244 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1447 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 944 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 876 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 767 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun