Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Warga Desak Lakukan Reklamasi
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Setelah 2 pekan lalu disegel oleh Pemkab Jembrana, lantaran ijinnya kadaluarsa, pengusaha galian C yang berlokasi di Dusun Pangkung Manggis, Baler Bale Agung, Negara belum juga melaksanakan kewajibannya untuk mereklamasi lahan. Hal ini membuat masyarakat di sekitar galian C yang diusahakan oleh CV. Aditya Pradnya milik I Wayan Lahena, resah dan menuntut agar reklamasi segera dilakukan.
Baca juga:
Bupati Buleleng Dorong Digitalisasi Desa
Dari pengamatan di lapangan, Minggu (2/11), jalan desa yang diputuskan oleh aktivitas pengerukan ini belum juga tersambung dan tebing-tebing curam yang tingginya sekitar 25 meter masih menganga. Tidak ada aktivitas reklamasi yang dilakukan oleh pihak pengusaha galian C tersebut.
Seorang penjaga yang menunggu di lokasi tersebut mengatakan bosnya tidak punya dana untuk melakukan reklamasi kecuali dari penjualan pasir tersebut. "Bos saya tidak punya uang untuk membeli solar agar bisa melakukan reklamasi. Kalau diijinkan sambil menjual pasir, bos saya baru mau melakukan reklamasi," ujarnya.
Sementara itu, 2 kepala keluarga (KK) yang tinggal di kawasan galian C tersebut meminta agar reklamasi segera dilakukan termasuk menyambung jalan desa yang terputus karena dikeruk. Gusti Ayu Sekar, Minggu (2/11) meminta agar segera dilakukan reklamasi karena dirinya sekeluarga merasa was-was terutama bila hujan deras mengguyur.
"Rumah saya letaknya kan di bawah tebing jadi kalau musim hujan tiba saya was-was tidak bisa tidur takut terkena longsoran. Sebelumnya pernah terjadi longsoran batu dari tebing yang membuat kakak saya yang rumahnya dekat tebing tersebut mengungsi ke sisi rumah lainnya," ungkapnya.
Baca juga:
Bupati Buleleng Dorong Digitalisasi Desa
Sekretaris Kabupaten Jembrana, Ketut Wiryatmika ketika dikonfirmasi mengatakan pihak pengusaha galian C tersebut harus melaksanakan kewajibannya untuk melakukan reklamasi namun tetap tidak diperkenankan melakukan pengerukan pasir di lokasi tersebut melihat keadaan yang memprihatinkan.
"Memang sejak disegel segala aktivitasnya kita hentikan," terangnya. Dalam minggu ini, pihaknya akan memanggil pengusaha dan mendesak agar melakukan kewajibannya untuk reklamasi.
Reporter: bbn/dey
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5870 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4612 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2580 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2224 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2203 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan