Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 2 Agustus 2026
Warga Miskin Keluhkan Pengurangan Jatah Migor
BERITABALI.COM, BULELENG.
Jatah minyak goreng yang direncanakan dua liter untuk setiap rumah tangga miskin, dalam pendistribusiannya di Kabupaten Buleleng dikurangi menjadi satu liter per kepala. Pendistribusian minyak goreng tahap pertama di kabupaten Buleleng Selasa (20/4) telah berakhir. Namun sejumlah warga mengeluh atas pengurangan jatah yang mereka terima.
Salah seorang warga yang enggan disebut jati dirinya menjelaskan, rumah tangga miskin konon akan menerima jatah dua liter minyak goreng. Kenyataannya, warga yang dikatakan miskin hanya menerima satu liter minyak goreng. Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Buleleng, Nyoman Suamba mengatakan, pengurangan jatah tersebut merupakan kebijakan yang telah disosialisasikan sebelumnya.
Pada awalnya Buleleng mendapatkan 32 ribu liter lebih jatah rumah tangga miskin. Namun kenyataannya di Buleleng rumah tangga miskin mencapai 47 ribu lebih. “Untuk pemerataan akhirnya jatah dua liter dikurangi menjadi satu liter, “ paparnya. Penyaluran Minyak Goreng bersubsisi oleh Pemerintah dilakukan menyusul meningkatnya harga minyak goreng di pasaran. Pemerintah memberikan subsidi masing-masing dua ribu lima ratus rupiah per liter kepada rumah tangga miskin. Sedangkan harga minyak goreng di pasaran mencapai sepuluh ribu rupiah per liter.
Reporter: bbn/sin
Berita Terpopuler
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 281 Kali
Bali Siaga Kekeringan, Buleleng-Jembrana Diprediksi Terdampak
Dibaca: 197 Kali
KPU Bali Temukan Ribuan Data Pemilih Belum Sinkron
Dibaca: 182 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun