Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Warga Tegalalang Pawai Ogoh-Ogoh Lebih Awal

Jumat, 4 Maret 2011, 09:39 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, GIANYAR.

Ribuan warga ikut serta dalam pawai obor dan ogoh-ogoh di Desa Pekraman Tegalalang Gianyar, Bali, Kamis (3/3/2011). Pawai ogoh-ogoh di desa ini dimajukan sehari dibanding biasanya untuk menghindari gesekan antar warga Desa Tegalalang dengan warga desa lainnya.

[pilihan-redaksi]

Sejak Kamis sore, ribuan warga sudah berkumpul di lapangan Desa Pekraman Tegalalang Gianyar. Ribuan warga yang datang untuk ikut pawai ogoh-ogoh ini berasal dari 7 banjar atau dusun yang ada di wilayah Desa Pekraman Tegalalang.

Selain mempersiapkan obor, warga mulai anak-anak hingga dewasa juga menyiapkan puluhan ogoh-ogoh atau patung tiga dimensi ukuran besar di lapangan. 23 ogoh-ogoh yang akan diarak dalam pawai ini semuanya berwujud menyeramkan.

Menjelang petang, pawai obor dan ogoh-ogoh pun dimulai. Dengan diriingi gambelan bleganjur, warga mulai mengarak patung ogoh-ogoh sepanjang jalan di wilayah Desa Pekraman Tegalalang.

Meski patung ogoh-ogoh rata-rata berukuran besar dan berat, namun warga tetap semangat untuk mengaraknya. Pawai obor dan ogoh-ogoh ini menjadi tontotan menarik bagi warga maupun para wisatawan yang sedang melintas di Tegalalang.

“Pawai ogoh-ogoh jelang Nyepi biasanya baru akan dilakukan sehari menjelang Nyepi atau di malam Pengrupukan. Namun dengan alasan untuk menjaga keamanan dan ketertiban, pawai ogoh-ogoh di Tegalalang Gianyar ini dimajukan sehari. Meski pawai ogoh-ogoh dimajukan, namun Pengrupukan tetap sehari sebelum Nyepi,” jelas Nyoman Darmawan, Camat Tegalalang.

Bagi masyarakat Bali, ogoh-ogoh merupakan karya seni berbentuk patung tiga dimensi yang dapat dipindah-pindahkan atau ditarikan secara ogah-ogah atau digoyang-goyangkan. Ogoh-ogoh kebanyakan dibuat dalam bentuk menyeramkan sebagai refleksi sifat-sifat negatif manusia seperti keserakahan, ketamakan, dan keangkaramurkaan, agar tidak mengganggu manusia dan alam semesta.

 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/psk



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami