Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 23 September 2026
Wayang Kulit Calonarang Sarat Tuntunan Agama dan Pengruwatan
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Akademisi yang juga Ketua Yayasan Gases Bali Dr Komang Indra Wirawan mengatakan sesungguhnya pementasan Wayang Kulit Calonarang tak saja sebagai sarana hiburan, tetapi sarat membawa pesan tuntunan nilai-nilai agama dan pengruwatan.
"Yang terpenting dalam pertunjukan Wayang Kulit Calonarang ini kita dapat memahami akan hakikat kehidupan dan sebagai pengruwatan (penyucian) buana alit (diri) dan buana agung (alam semesta)," jelasnya di Taman Budaya Denpasar, Kamis (16/6).
Pria yang biasa disapa Komang Gases saat menjadi narasumber dalam Kriyaloka (Lokakarya) Pesta Kesenian Bali ke-44 itu menyebut pertunjukan Wayang Kulit Calonarang merupakan pertunjukan wayang yang terkesan unik dan masih dianggap sebagai pertunjukan paling angker diantara wayang kulit lainnya.
Dianggap paling angker karena dalam pertunjukannnya banyak mengungkapkan nilai-nilai magis dan rahasia pengiwa (penganut aliran kiri) dan penengen (penganut aliran kanan).
Oleh karena itu, saat ini jumlah dalang yang membawakan Wayang Kulit Calonarang jumlahnya masih terbatas dan mayoritas berusia di atas 40 tahun.
"Yang membedakan dengan wayang kulit lainnya juga karena ada unsur pengundangan (mengundang leak), diperkuat Pupuh Ginada Basur, penggunaan lelintingan api, dan ditambah dengan watangan hidup," ucap pria yang juga salah satu dalang wayang kulit Calonarang itu.
Pementasan Wayang Kulit Calonarang berbeda dengan wayang kulit lainnya, karena menyampaikan perspektif dualitas yang berbeda unsur Rwa Bhinneda, tetapi menjadi satu kesatuan yang utuh.
Sang dalang saat melakukan aktivitas pertunjukan pun menyampaikan pesan simbolik Tantra/kekuatan yang identik dengan kawisesan (Bairawa Tantra) atau yang istilah umumnya pengeleakan.
Kemudian juga ada Yantra (simbol kawisesan) seperti gedang renteng, sanggah cucuk, upakara (banten) dan sebagainya, serta simbol yang lainnya.
Meskipun pertunjukan Wayang Kulit Calonarang sarat dengan simbol-simbol magis itu, Komang Gases menekankan seorang dalang haruslah dapat menyampaikan pesan-pesan agama atau penegakan dharma (kebaikan).
Unsur pengundangan (mengundang leak), hakikatnya untuk mengedukasi masyarakat dalam memahami seni dalam tatanan pengiwa dan penengen.
"Pengiwa adalah salah satu ajaran yang diberikan Dewi Saraswati bagaimana kita memahami Tantra Bhairawa. Sanghyang Aji Saraswati juga mengajarkan kita tentang penengen (ajaran dharma). Ini merupakan dua hal yang berbeda, namun satu kesatuan," katanya.
Khususnya, bagi yang mendalami pengleakan ugig dapat memahami hakikat ugig tersebut sehingga bisa "ngisep sari" agar tidak menjalankan lagi pengugig sehingga semua ajaran Dewi Saraswati itu adalah baik dan patut.
"Dengan wayang atau bayang menjadi cerminan yang mengedukasi mereka supaya tahu sesana (kewajiban) yang dilakukan," ucap dosen di Universitas PGRI Mahadewa itu.
Dalam kesempatan itu, Komang Gases pun menyoroti Wayang Kulit Calonarang yang semestinya dibawakan saat upacara Dewa Yadnya saat Ida Bhatara Napak Pertiwi karena identik dengan pengeruwatan, namun kini juga dipentaskan dalam ritual lainnya.
"Namun sekarang seringkali sudah hantam kromo, ketika lahir anak laki-laki juga masesangi (bernazar) ingin menampilkan Wayang Calonarang, odalan di merajan juga. Saya tidak mengatakan benar atau salah, tetapi keliru menempatkan sesangi," pungkasnya.
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8321 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5752 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3598 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2432 Kali
ABOUT BALI
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar