Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 17 Mei 2026
WHO Peringatkan Muncul Wabah Virus Baru, Rawan Epidemi
BERITABALI.COM, DUNIA.
Organisasi Kesehatan Dunia, WHO telah mengingatkan kemunculan wabah virus Marburg yang sangat menular. Dilansir dari Express UK, WHO telah mengungkapkan satu orang meninggal karena virus yang sangat mematikan pada 6 Agustus.
Kasus ini pertama kali dilaporkan di Guinea dan Afrika Barat. Virus Marburg memiliki tingkat kematian yang tinggi dan sampai saat ini, belum ada obat yang disetujui untuk memeranginya.
Seperti kekhawatiran atas penularan virus di Guinea, WHO dan organisasi lain seperti Palang Merah telah memulai langkah-langkah untuk mengendalikan wabah tersebut.
WHO sekarang sedang menyelidiki sumber infeksi setelah kematian tersebut. Empat kontak dekat lainnya, termasuk seorang petugas kesehatan, kini telah dilaporkan terkait dengan kematian tersebut dan sedang dipantau secara ketat.
Pelacakan kontak saat ini sedang berlangsung di tingkat masyarakat seiring dengan pencarian kasus aktif di fasilitas kesehatan.
WHO mengatakan dalam sebuah pernyataan, penyakit virus Marburg (MVD) adalah penyakit yang sangat ganas, rawan epidemi yang terkait dengan tingkat kematian kasus yang tinggi (CFR 24-90 persen).
"Pada awal perjalanan penyakit, diagnosis klinis MVD sulit dibedakan dari penyakit demam tropis lainnya, karena kesamaan gejala klinis," kata WHO dalam keteranganya.
Meskipun tes PCR mengidentifikasi virus, sangat sulit untuk mengidentifikasi virus pada awalnya karena kemiripannya dengan Ebola.
WHO juga memperingatkan sistem perawatan kesehatan Guinea yang rapuh meskipun bereaksi cepat terhadap kasus tersebut. Penularan virus dikaitkan dengan kontak langsung dengan darah atau cairan tubuh lain dari orang yang terinfeksi. Gejala virus dapat berkisar dari demam, sakit kepala, kelelahan, sakit perut, dan perdarahan gingiva.
Sementara WHO tidak menyarankan untuk tidak melakukan perjalanan ke dan dari Guinea, WHO telah memperingatkan penularan virus antara kelelawar dan manusia yang membuatnya lebih mudah untuk melewati perbatasan.
Sumber: Suara.com
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1491 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1124 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 968 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 859 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik