Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 30 April 2026
Wisman ke Bali akan Disaring dari Rekam Tabungan 3 Bulan
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Pemerintah Provinsi Bali tengah menyiapkan kebijakan baru untuk menyaring wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Pulau Dewata.
Regulasi ini dirancang mulai diterapkan pada 2026 sebagai bagian dari upaya membangun pariwisata berkualitas dan berkelanjutan.
Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan, salah satu indikator yang akan diperhatikan dalam seleksi wisman adalah kemampuan finansial calon wisatawan, yang dilihat dari catatan tabungan dalam beberapa bulan terakhir.
“Salah satu aspek yang diperhatikan untuk pariwisata yang berkualitas adalah berapa uangnya tiga bulan terakhir di buku tabungan,” kata Gubernur Bali, Wayan Koster, di Gianyar, Kamis, 1 Januari 2026.
Selain aspek finansial, Pemprov Bali juga akan melakukan pengawasan terhadap rencana lama tinggal dan aktivitas wisman selama berada di Bali. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh pergerakan wisatawan dapat terkontrol dengan baik.
“Ini supaya terkontrol semua, seperti juga kalau kita berwisata ke negara lain, dengan kebijakan negara lain seperti itu kita akan melakukan hal yang sama,” ujarnya.
Koster menjelaskan, kebijakan tersebut disiapkan seiring dengan melonjaknya jumlah kunjungan wisman ke Bali sepanjang 2025. Berdasarkan data pemerintah daerah, kunjungan wisman melalui jalur udara mencapai 7,05 juta orang, ditambah sekitar 71 ribu wisatawan yang datang melalui jalur laut. Angka ini menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah pariwisata Bali.
Ia mengakui, pascapandemi Covid-19 pada 2022, berbagai kebijakan kemudahan diberlakukan untuk mendorong wisatawan asing datang ke Bali. Namun, kondisi tersebut juga berdampak pada sulitnya melakukan penyaringan terhadap wisatawan yang masuk.
“Semua dikerahkan supaya orang mau datang ke Bali, itulah yang berlangsung sekarang jadilah dia (wisman) keenakan, nah ini harus kita atasi dan mengatasi tidak bisa sehari dua hari, perlu kesabaran,” kata Koster.
Pemprov Bali juga mencatat munculnya sejumlah persoalan seperti sampah, kemacetan, dan banjir seiring meningkatnya kunjungan wisatawan. Namun, Koster menegaskan bahwa solusi utama bukan sekadar menyalahkan dampak tersebut, melainkan memperbaiki tata kelola dan regulasi pariwisata.
Meski pemerintah pusat belum menetapkan target kunjungan wisatawan untuk 2026, Pemprov Bali menegaskan arah kebijakan pariwisata ke depan tidak lagi bertumpu pada jumlah kunjungan semata, melainkan pada kualitas wisatawan yang datang.
Baca juga:
Kunjungan Wisman ke Bali Turun 5,72 Persen
Menurut Koster, penyaringan wisman menjadi langkah strategis agar pariwisata Bali memberikan manfaat ekonomi yang optimal tanpa menimbulkan beban sosial dan lingkungan.
“Ke depan ini kita akan mulai mengarah kepada pariwisata berkualitas, jadi tidak secara jumlah semata, tapi yang berkualitas yang dirancang melalui peraturan daerah itu tata kelola kepariwisataan,” ucap Gubernur Koster. (sumber: metrotvnews.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3864 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1819 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang