Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 27 Juni 2026
Persosid Sepakat Damai Dengan Catatan
BERITABALI.COM, BULELENG.
Menuntaskan masalah mobil travel liar yang berujung pada aksi pengerusakan oleh sejumlah sopir yang tergabung dalam Persatuan Sopir Singaraja Denpasar (Persosid), mengggelar pertemuan di Kantor Dinas Perhubungan Buleleng sepakat damai dengan catatan.
Pertemuan yang dihadiri Kadishub Buleleng, Anak Agung Ngurah Kusa dan Ketua DPC Organda, I Gede Dharma Wijaya berlangsung alot.Pertemuan juga dihadiri oleh petinggi Dishub Propinsi Bali,Made Menaka dan juga aparat terkait Kanit Patroli Sat Lantas Polres Buleleng, Ipda Made Mustiada dan Kapolsektif Sukasada, APK Nyoman Surita sempat menegang.
Sikap tidak simpati ditunjukkan Agung Darmada, tak pelak memancing emosi anggota Persosid. Situasi dapat diredam, setelah Kadishub Kusa dan Ketua DPC Organda, Dharma Wijaya sepakat menggelar pertemuan setengah kamar diruang Kadishub Buleleng.
"Tetap harus ditegakan aturan mainnya, ini masalah perut para sopir, kalau begini khan lebih baik tidak ada mobil angkutan ," ungkap Ketua Persosid Ketut Sutapa.Anak Agung Dharmada ngotot dua kendaraan travel miliknya sudah mengantongi izin. "Ya kalau tidak ada kesepakatan untuk memperbaiki mobil saya, perkara pidana pengerusakan tetap kita proses secara hukum, " pungkasnya.
Setelah dilakukan pendekatan intesif,
akhirnya kedua belah pihak yang berseteru bersedia membuat perdamaian dan ditanda tangani bersama dihadapan sejumlah pejabat yang memediasi pertemuan itu.
"Hasil rapat tersebut telah disetujui dan ditandatangani oleh kedua belah pihak disaksikan DPC Organda, Dishub Propinsi Bali, Kapolsek Sukasada, Kasatlantas Polres Buleleng, " ungkap Kadishub Buleleng Ngurah Kusa.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun