Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 15 Agustus 2026
Terbukti Negatif, Pasien Dipulangkan
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Setelah dinyatakan negatif terjangkit virus flu burung, pasien Mertha,75, asal Karangasem akhirnya diizinkan pulang oleh pihak Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah, Rabu (12/9) siang.
Dokter Ken Wirasandhi membenarkan pasien Mertha yang mulai dirawat di RSUP Sanglah sejak Sabtu (8/9/07), dinyatakan negatif flu burung sesuai hasil tes darah di Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Depkes Jakarta.
Sebelum diduga terjangkit flu burung, Mertha juga menderita penyakit hernia. Kemarin siang sebelum memutuskan untuk pulang dan memilih rawat jalan, pihak keluarga sempat konsultasi di bagian bedah.
Sedangkan dua pasien lainnya yang juga sudah dirawat sejak Sabtu (8/9) hingga hari ini masih dirawat di RSUP Sanglah. Mereka adalah Tiwi,2, asal Bongkasa Abiansemal Badung, dan Nadila,1 tahun tujuh bulan, asal Denpasar.
Tes darah kedua pasien ini masih dalam proses di Balitbangkes Depkes Jakarta.Menurut dokter Ken,
biaya perawatan pasien suspect flu burung digratiskan alias ditanggung pemerintah, hingga dinyatakan negatif sesuai hasil tes darah dari Balitbangkes.
Namun setelah itu, biaya perawatan lanjutan sesuai dengan jenis penyakitnya menjadi tanggungan pasien bersangkutan.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4532 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2343 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1990 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1605 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1048 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun