Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 14 Juni 2026
Melukis Detik
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Ditawarkan gratis dipasang di museum Tegal Jaya, sebuah lukisan monumental dengan menggunakan media alas keramik akhirnya sukses dirampungkan perupa Ros Soeroso, 81, dalam waktu enam tahun 1 bulan tanpa kenal lelah.
Terhitung sejak 3 Juli 2001 sampai dengan 31 Agustus 2007, lukisan berjudul Reformasi (Pendudukan Gedung MPR/DPR oleh mahasiswa, Mei 1998) itu berukuran 6X4 meter di atas keramik yang berukuran masing-masing 47,2 cm X 47, 2 cm yang khusus didatangkan dari Spanyol.
Menurut sang pelukis, Ros Soeroso, motivasi pembuatan lukisan unik dan langka ini adalah sebagai upaya mengabadikan sejarah penting yang pernah terjadi di Indonesia. Karyanya tak dikomersialkan, melainkan disumbangkan dengan dasar pengabdian.
“Saya ingin lukisan ini bisa dipajang di museum, dengan harapan bisa terawat dengan baik,†ujar Ros asal Surabaya ini, Sabtu (6/10) di Rumah Khalwat Tegaljaya.
Keunikan dari karya lukisan dengan media keramik ini, yakni proses pengeringan goresan catnya yang menggunakan oven dengan suhu 840 derajat Celcius. Teknik penggoresan cat dengan alat pena pun dilakukan secara khusus dengan metode pembuatan garis-garis dan titik-titik yang dikenal dengan pointilis.
Selama proses pengerjaan di Rumah Khalwat, Tegal Jaya, Kuta Utara , Ros yang dibantu dua asisten, Suhartoyo dan Hariyono secara berturut-turut, sempat kelelahan dan dirawat 12 hari di RSUP Sanglah karena gejala stoke.
Namun, dengan semangat juang tinggi, dia pun sembuh dan akhirnya berhasil merampungkannya.
Ditanya soal biaya pembuatan karya ini, pria lanjut usia dengan 6 anak, 13 cucu dan 4 cicit ini enggan menyebutkannya. “Yang jelas, soal finansial dibantu Hadi Sunyoto, seorang pengusaha sekaligus pemerhati seni,†ungkapnya.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli