Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 15 Agustus 2026
KRG Tambah Amunisi di Kecamatan dan Desa
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Untuk memenangkan paket AS (Ace-Sutanaya), pentolan politisi yang kini tergabung dalam satu wadah koalisi yakni KRG (Koalisi Rakyat Gianyar), menambah amunisi pertempuran dengan membentuk KRG di tingkat Kecamatan, bahkan sampai ke tingkat desa.
Hal ini terungkap ketika pentolan -pentolan politisi 10 Parpol yang tergabung men jadi satu wadah yakni Koalisi Rakyat Gianyar (KRG) yang dihadiri langsung oleh kandidat Cabup Ir Tjokorda Artha Ardana Sukawati alias Tjok Ace di rumah makan Mandara Giri, Rabu (10/10).
Dalam kesempatan tersebut, selain dibahas masalah pembentukan KRG ditingkat bawah, Cabup Tjok Ace juga mempresentasikan prihal kegiatan selama ini. Dimana sampai saat ini, pihaknya sudah mengunjungi 15 Desa Pekraman yang ada di Kabupaten Gianyar.
Dan kunjungan ini sendiri bakal terus ditingkatkan setiap harinya. Sementara itu,
disisi lain Dauh Widjana sebagai pimpinan Koalisi mengatakan pertemuan ini sendiri merupakan pertemuan lanjutkan setelah Deklarasi tersebut. Rapat besar ini sendiri selain menyatukan visi dan misi juga mengevaluasi setiap kegiatan-kegiatan yang sudah dilaksanakan.
"Kita sebatas mematangkan barisan saja untuk memenangkan paket AS (Ace-Sutanaya), tak lebih daripada itu," ucapnya.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4532 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2343 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1990 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1605 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1048 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun