Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 23 Juni 2026
Diramaikan 19 Propinsi di Indonesia
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Sekitar 19 Propinsi di Indonesia dipastikan ikut serta dalam Nusa Dua Fiesta 2007 yang rencananya dibuka oleh Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, Jero Wacik pada Kamis (18/10) besok. Kepastian itu disampaikan Kabag Hukum dan Promosi BTDC, Bambang Kriswanto di Nusa Dua, Rabu (17/10).
Propinsi yang ikut serta adalah Propinsi Bali, Banten, Jogyakarta, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimanatan Selatan, Kalimantan Tengah, Bangka Belitung, Lampung, Maluku, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Propinsi Papua, Papua Barat, Riau, Sulawesi Tenggara dan Sumatera Barat.
Semua kegiatan akan dipusatkan di Peninsula island, pulau yang dijuluki juga sebagai ‘The Garden of Hope’. Beragam kegiatan bertaraf international pernah dilakukan di pulau ini seperti kegiatan Saitogoma/Upacara Api Suci para Bhiksu dari Jepang pada bulan Juni lalu, juga ada tugu penanaman pohon oleh 147 kepala Negara anggota WTO.
Sementara itu Kusitino Halemai, Konsultan Event & Promotion BTDC menjelaskan pemindahan lokasi kegiatan ke Peninsula island ini sebagai upaya untuk bisa go international pada tahun depan.
“Memang direncanakan Nusa Dua Fiesta ini sudah bisa go intenational pada tahun depan,†kata Kossy.
Bahkan tahun depan kita berharap ada partisipasi dari berbagai negara seperti Papua Nugini, Jamaika, India dan lain-lainnya untuk berpartispasi dalam event ini. Proses pendekatan sudah kita lakukan, katanya.
Event ini sendiri akan dibuka dengan parade yang melibatkan sekitar 1500 orang dengan lokasi start di kantor BTDC kemudian berarak menuju Peninsula island. Sementara total stand yang ikut serta adalah 65 stand.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun