Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 7 Agustus 2026
Koster Dorong Bali Jadi Hub Ekspor Nusantara
BERITABALI.COM, BADUNG.
Gubernur Bali Wayan Koster mendorong Bali menjadi hub ekspor produk yang dihasilkan berbagai daerah di Indonesia. Menurutnya, Bali memiliki ekosistem ekspor yang kuat karena telah dikenal luas di pasar dunia.
Hal tersebut disampaikan Koster saat menghadiri Pengukuhan dan Pelantikan Dewan Pengurus Daerah Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (DPD GPEI) Bali Masa Bakti 2026–2031 di Teater Saba, The Keranjang Bali, Jalan By Pass Ngurah Rai, Kuta, Kamis (6/8).
Koster mengatakan secara faktual Bali selama ini telah menjadi salah satu jalur bagi produk dari berbagai daerah di Nusantara untuk menembus pasar ekspor. Namun, potensi tersebut dinilai belum dikelola dalam sebuah pola yang terintegrasi.
“Faktanya sekarang sebenarnya sudah jadi hub, hanya saja belum dipolakan dan dikelola,” ucapnya.
Menurut Koster, apabila potensi tersebut dipolakan dan dikelola dengan baik, kontribusi Bali terhadap pertumbuhan ekspor Indonesia dapat semakin besar. Ia menilai Bali memiliki keunggulan berupa branding serta standar mutu yang telah dikenal oleh pasar internasional.
“Karena Bali sudah punya branding dan standar mutu yang bisa dipertanggungjawabkan. Kalau sudah bersertifikat ekspor dari Bali, pasti laku. Itu yang membuat barang-barang yang dikirim dari Bali diterima oleh pasar dunia,” ujarnya.
Untuk mendukung gagasan tersebut, Pemprov Bali juga tengah menyiapkan pembangunan Pusat Kebudayaan Bali. Proyek tersebut dijadwalkan memasuki proses tender pada Desember 2026.
“Kita berharap zona inti tuntas tahun 2027 dan mulai kerja sama dengan pihak ketiga untuk mengelola zona komersial. Salah satu fasilitas unggulannya adalah Bali Expo. Doakan semoga segera terwujud,” imbuhnya.
Koster juga menekankan pentingnya peningkatan nilai tambah komoditas melalui aktivitas ekspor. Menurutnya, sektor ekspor dapat membantu meningkatkan nilai jual berbagai komoditas daerah, termasuk hasil pertanian dan produk kerajinan.
Ia mendorong pelaku usaha tidak hanya mengandalkan pengiriman bahan mentah, tetapi mulai memperluas ekspor produk olahan agar nilai ekonominya semakin tinggi.
“Kalau bisa, ekspor juga produk olahan supaya nilai jual naik,” sarannya.
Sementara itu, Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti Widya Putri menyampaikan selamat kepada jajaran pengurus DPD GPEI Bali yang baru dikukuhkan. Ia berharap kepengurusan baru dapat mendorong semakin banyak produk Bali maupun Nusantara menembus pasar internasional.
“Jadikan ini sebagai momentum untuk memajukan sektor perdagangan Daerah Bali agar lebih banyak komoditi yang menembus pasar ekspor,” katanya.
Dyah Roro mengatakan pemerintah menargetkan nilai ekspor Indonesia tahun ini mencapai 315 miliar dolar AS. Hingga saat ini, realisasinya disebut telah mencapai 218 miliar dolar AS.
Ia optimistis target tersebut dapat dicapai dengan mengoptimalkan potensi berbagai daerah, termasuk Bali. Sejumlah komoditas Bali seperti salak, manggis dan buah tropis lainnya dinilai memiliki peluang besar di pasar internasional.
Ketua Umum DPD GPEI Bali yang baru dilantik, A.A. Ngurah Aditya Pradnyana Sunu, mengapresiasi kehadiran Gubernur Koster dalam kegiatan tersebut. Ia menilai kehadiran gubernur menunjukkan perhatian pemerintah daerah terhadap sektor perdagangan, khususnya ekspor.
"Terima kasih, ini adalah bentuk perhatian dan konsern Bapak Gubernur pada sektor perdagangan, khususnya ekspor," ucapnya.
Ngurah Sunu menyatakan komitmennya untuk melanjutkan visi meningkatkan kontribusi Bali terhadap target ekspor nasional. Ia juga sependapat dengan gagasan Bali sebagai hub ekspor produk Nusantara.
“Tak hanya menjadi pusat keuangan, kami ingin Bali menjadi pusat perdagangan produk Nusantara dan trade tourism,” tambahnya.
Pengukuhan dan Pelantikan DPD GPEI Bali ditandai dengan penyerahan pataka oleh Sekjen DPP GPEI Toto Dirgantoro kepada Ketua Umum DPD GPEI Bali Ngurah Sunu.
Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan pelepasan ekspor perdana salak gula pasir seberat 3,5 ton dengan nilai 13.000 dolar AS ke Tiongkok. Pelepasan truk pengangkut salak gula pasir ditandai dengan pengibasan bendera oleh Wamendag Dyah Roro, diikuti Gubernur Koster dan sejumlah undangan yang membunyikan cengceng.
Editor: Redaksi
Reporter: Humas Bali
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4287 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1449 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 949 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 879 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 769 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun