Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 1 Juli 2026
Ibu Rumah Tangga Tega Aniaya Pelajar SMP
BERITABALI.COM, BULELENG.
Tersinggung dengan gosip yang dihembuskan tetangganya, seorang ibu rumah tangga di Desa Sambangan, Kecamatan Sukasada nekat mencegat dan menganiaya tetangganya yang masih duduk di bangku SMP.
Putu Budi Rasmini alias Ibu Jero yang beralamat di Jalan Srikandi, Gang Nangka, Singaraja terpaksa harus berurusan dengan polisi, setelah nekat menganiaya Luh Putu Ayu Purnami tetangganya sendiri dengan mencegat di jalan serta menampar wajah korban.
Perwira Humas Polres Buleleng. Kompol Khaidar Latief, Senin (29/10) siang di Mapolres Buleleng mengungkapkan, penganiayaan yang dilakukan pelaku terhadap korban dipicu akibat tersinggung dengan gosip yang disebarkan korban di SMP Negeri 4 Singaraja yang menyebutkan pelaku dan anaknya wanita tidak benar.
Dibilang anak dan mamanya nener, lantas marah dan korban ditampar,ungkapnya.
Dari laporan Luh Putu Ayu Purnami ke Mapolres Buleleng terkait kasus penganiayaan akhirnya berimbas juga dengan dilaporkannya Ayu Purnami oleh Putu Budi Rasmini alias Ibu Jero dengan tuduhan pencemaran nama baik.
Kasus saling lapor antara Putu Budi Rasmini alias Ibu Jero. Dengan Luh Putu Ayu Purnami dengan tuduhan penganiayaan, dengan pelaku Putu Budi Rasmini alias Ibu Jero. Sedangkan dalam kasus pencemaran nama baik, dengan pelaku Luh Putu Ayu Purnami sedang dalam penyidikan secara intensif, papar Pahumas.
Dari laporan di Mapolres Buleleng menyebutkan, pencemaran nama baik yang dilakukan Luh Putu Ayu Purnami di SMP negeri 4 Singaraja dilakukan sepekan lalu. Namun karena kesal dan tersinggung, Putu Budi Rasmini alias Ibu Jero, akhir pekan lalu langsung mencegat Ayu Purnami dan melakukan aksi penganiayaan.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun