Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 1 Juli 2026
Ratusan Seniman Ikuti Pembukaan FKI V
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Ratusan seniman ikut ambil bagian dalam pembukaan Festival Kesenian Indonesia ke–5 di Pantai Sanur Bali. Festival dua tahunan dengan berbagai agenda seni budaya ini diikuti 7 perguruan tinggi seni se Indonesia.
Atraksi seni puluhan seniman Asmat menjadi salah satu atraksi seni dalam pembukaan FKI V di Pantai Matahari terbit sore ini. Puluhan seniman dari Kabupaten Asmat ini khusus datang ke Bali untuk memeriahkan pembukaan Festival Kesenian Indonesia ke-5 yang digelar di Pantai Sanur.
Gerakan tari Suku Asmat yang dinamis dan atrarktif ini sanggup memukau ribuan pengunjung yang hadir dalam festival ini. Selain kesenian dari Suku Asmat, dalam pembukaan ini juga ditampilkan kesenian kuda lumping dari Jawa Timur yang ditarikan oleh mahasiswa STKW Surabaya.
Pertunjukan seni Suku Asmat dan kesenian Jawa Timur ini merupakan salah satu bagian dari pertunjukan kolaborasi seni alam laut yang dibawakan oleh sekitar 800 seniman dan juga partisipasi masyarakat. Kolaborasi ini terinspirasi dari potensi air dan keindahan alam laut.
Pertunjukan ini sangat tepat untuk mengingatkan kembali peristiwa datangnya berbagai macam bangsa dan budaya ke Bali lewat laut, kata koreografer dan juga rector IKJ Sardono W Kusumo.
Festival Kesenian Indonesia ke-5 ini akan digelar hingga 25 nopember mendatang dengan berbagai agenda seni budaya mulai seni pertunjukan, pameran karya seni, pemutaran film dokumenter dan video musik, serta berbagai acara seni lainnya.
Selain diikuti 7 perguruan tinggi seni di Indonesia, festival ini juga di ikuti perwakilan dari beberapa negara asing mulai Amerika Serikat, Jepang, Australia, India, dan beberapa negara asing lainnya.
Reporter: bbn/ctg
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun