Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 3 Juli 2026
Munculkan Danau yang Kian Melebar
Nusa Dua
BERITABALI.COM, BADUNG.
Penasihat Dharma Wanita Persatuan Kementerian Negara Lingkungan Hidup, Erna Witoelar mengatakan es yang ada di atas pegunungan Himalaya sudah mencair akibat pengaruh pemanasan global. Tiap tahun berkurang 30 meter sampai 70 meter.
Dari proses pencairan itu kini sudah muncul danau-danau baru yang makin lebar, ujar Erna pada acara Seminar Optimalisasi Peran Ibu Rumah Tangga dalam Mengurangi Emisi Gas Rumah Kaca, di Denpasar, Kamis (6/12).
Selama ini, kata Erna, pegunungan Himalaya telah dianggap sebagai pegunungan es abadi yang tak pernah bisa mencair, sehingga perhatian berbagai pihak yang berkompeten sangat minim.
Terkait hal itu, dia berharap agar dalam konferensi Perubahan Iklim yang tengah berlangsung di Nusa Dua ini lebih berkomitmen kepada upaya-upaya adaptasi. Berbeda dengan Protokol Kyoto yang menekankan pada usaha mitigasi.
Menurut Erna, ketika Protokol Kyoto dicanangkan pada 1997, sesungguhnya saat itu sudah terjadi proses pemanasan global dan perubahan iklim. Hal itu ditunjukkan berbagai bencana skala besar, seperti tsunami.
Menurut Erna, ada sembilan daerah aliran sungai di berbagai negara yang dipengaruhi oleh pencairan es di gunung Himalaya tersebut. Di wilayah itu ada sekitar 1,5 miliar orang yang tergantung dari sungai itu. Di wilayah itu banyak orang miskinnya, dan kemungkinan program MDGs sangat sulit tercapai.
Untuk itu, kata Erna, upaya adaptasi harus dilakukan mulai sekarang, bukan lagi demi anak cucu kita, tapi untuk kita sekarang. Semua orang harus melakukan aksi nyata, misalnya dengan menanam pohon di rumah masing-masing, dan juga di sekolah, dan instansi lainnya.
Pengurus Dharma Wanita se-Indonesia dalam program gerakan nasional sudah berhasil menanam sampai 13 juta pohon secara serenpak dalam satu hari pada 1 Desember lalu.
Di Bali sendiri saatr itu dilakukan penanaman 200 ribu pohon.
Harus dimulai dari disi sendiri, dan kampanyekan kepada orang lain. Menanam pohon saja tidak cukup, tapi harus dipelihara sampai hidup. Sebab selama ini pohon-pohon yang ditanam banyak yang mati karena tidaka dipelihara dengan baik,
ujar Erna. (sss)
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 1440 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1076 Kali
Peserta JKN Tembus 282,7 Juta, BPJS Kesehatan Catat Kinerja Positif
Dibaca: 451 Kali
CBR Tabrak Truk di Sibetan, Pemotor Tewas di Tempat
Dibaca: 357 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun