Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 1 Juli 2026
Panwas Buru Pelaku Perobek dan Penumpuk Stiker
Gianyar
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Panwas Gianyar mengaku bakal memburu pemasang stiker yang menumpuk kandidat lainnya, situasi ini sudah berbau kriminal dan mesti segera disikapi guna mengantisipasi hal–hal yang tak diinginkan.
Demikian yang disampaikan oleh Ketua Panwas Gianyar, I Nyoman Gde Anggawarsa di Kantor Panwas, Senin (10/12).
“Setelah kami melakukan pengecekan ternyata ada pemasangan stiker yang mengarah kriminal yakni dengan cara merobek serta menumpuk kandidat lainnya, kejadian ini terjadi di wilayah Sukawati, jika masalah ini dibiarkan terus akan membuat suasana tak kondusif,“ jelas Angga didampingi anggota Panwaslu lainnya yakni Hartawan, Ganefo serta Dewa Subrata.
Lebih jauh, terkait masalah ini pihaknya bakal melakukan penyelidikan sekaligus memburu pelaku, dan apabila ketemu sudah barang tentu bakal dikenakan sangsi, sebab cara–cara seperti ini mengundang ketidaknyamanan.
Dan apabila diketemukan, sudah barang tentu bakal dikenakan sangsi kurungan penjara minimal 15 hari dan maksimal 30 hari sesuai pasal 116 ayat 1 UU No 32 tahun 2007 dan pasal 57 ayat 4 PP No 2005.
Bukan itu saja, Panwas juga mengaku tengah memburu pelaku yang memasang stiker di salah satu tempat suci, hal ini terjadi di Sukawati pula.
“Cara–cara seperti ini, menurut kami tak benar, dan kami sudah melakukan penelusuran serta pemberitahuan kepada tim kampanye, desk pilkada serta KPUD,“ ungkapnya.
Lalu, bagaimana soal pejabat masuk sebagai tim sukses salah satu kandidat? Sampai saat ini, Angga mengaku pihaknya belum menerima laporan seperti itu. “Kami belum menerima laporan secara resmi terkait masalah ini,“ ujarnya (art)
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun