Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 1 Juli 2026
Program Kehumasan Buleleng Diintensifkan
Lovina
BERITABALI.COM, BULELENG.
Dalam memantapkan informasi kepada masyarakat sebagai sarana komunikasi, Program Kehumasan disetiap instansi di jajaran Pemerintah Kabupaten Buleleng perlu diintensifkan.
Demikian diungkapkan Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Buleleng, Gede Suyasa, Jumat (14/12) siang saat melakukan evaluasi Pelatihan Peliputan dan Penulisan Berita di Hotel Sunari Lovina.
“Peningkatan program kehumasan yang diintensifkan di setiap Instansi di jajaran Pemkab Buleleng adalah, terjalinnya kerjasama yang harus dilakukan Kehumasan dengan Media Massa maupun insan pers sebagai jembatan didalam memberikan informasi kepada masyarakat,†papar Suyasa.
Hal senada diungkapkan Pengamat Media Massa di Buleleng, Rommy Sudita, dimana dari pelatihan yang digelar selama dua hari itu diharapkan mampu memberikan sebuah pengertian tugas media massa maupun insan pers dalam menyampaikan informasi.
“Ini akan emmberikan dampak informasi kepada masyarakat yang sangat luas, sehingga kerjasama dengan media atau insan pers sangat diperlukan,†ungkapnya.
Dari pelatihan yang digelar Pemkab Buleleng dengan PWI Kabupaten Buleleng, akan memberikan pemahaman dan arti penting informasi maupun komunikasi untuk menyampaikan program maupun kebijakan dari pemerintah.
Dalam Pelatihan Peliputan dan Penulisan Berita yang digelar Bagian Humas dan Protokol bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Buleleng berlangsung selama dua hari dengan materi Problema dan Tantangan Pers di Bali, Kode Etik Jurnalistik, Ketrampilan Dasar Kameramen, Peranan Humas di Era Globalisasi Informaswi, Tekhnik Wawancara dan Penulisan dan Tekhnik Penulisan tentang Kolom, Tajuk Rencana serta Opini Karikatur. (sas)
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun