Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Anak-Anak Korban Kekerasan Diterapi Lumba-Lumba

Lovina

Senin, 21 Januari 2008, 09:09 WITA Follow
Beritabali.com

image.google.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BULELENG.

Lumba-lumba selama ini dikenal sebagai hewan yang mempunyai sifat bersahabat dengan manusia. Di Buleleng Bali, 4 ekor lumba-lumba digunakan sebagai sarana untuk melakukan terapi bagi anak-anak penderita trauma korban kekerasan fisik maupun psikis. 

Belasan anak-anak dari sebuah panti asuhan di Denpasar Bali, akhir pekan kemarin datang ke pusat terapi lumba-lumba di Lovina Buleleng untuk menjalani terapi menghilangkan trauma akibat kekerasan fisik, psikis, hingga pelecehan seksual.


Sebelum masuk ke kolam lumba-lumba, anak-anak ini diharuskan mengenakan jaket pelampung. Selain itu, mereka juga diberi petunjuk tentang cara berenang bersama lumba-lumba.

Setelah diberi pengarahan, anak-anak peserta terapi kemudian masuk ke kolam lumba-lumba untuk diterapi oleh 4 ekor lumba. Empat ekor lumba tersebut berjenis hidung botol, yang masing-masing bernama Jon, Jack, Gombloh, dan Ucil.

Di dalam kolam, anak-anak peserta terapi hanya berenang dengan cara terlentang. Lumba-lumba kemudian menterapi dengan berenang di sekeliling mereka sambil sesekali menyentuh bagian tubuh anak-anak ini.

“Perasaan saya sekarang lebih enak setelah ikut terapi ini. Sebelumnya saya stress dan juga trauma,” kata salah seorang peserta terapi, Luh Lisarianti.“Berdasarkan penelitian, berenang bersama lumba-lumba ini dapat menimbulkan perasaan bahagia sehingga mampu menghilangkan depresi atau perasaan cemas bagi peserta terapi.

 



Selain itu, suara ultra (ultra sound) dan gelombang sonar yang dipancarkan lumba-lumba dipercaya mampu memperbaiki sel-sel dalam tubuh untuk penyembuhan penyakit,” jelas Karl Guenther Meyer, pengelola terapi lumba.

Terapi dengan lumba-lumba untuk menghilangkan trauma ini dilakukan selama kurang lebih satu jam. Untuk biaya terapi, pengelola tidak mematok harga karena disesuaikan dengan kemampuan ekonomi peserta terapi. (dev)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/ctg



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami