Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 17 September 2026
Bantu Suami Tebang Pohon, Kaki Patah
Manggis
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Ni Nengah Suta (52), kini terbaring lemas di RSUP Sanglah. Kaki kanan wanita paruh baya asal Dusun Kawan, Desa Pesedahan, Manggis Karangasem, itu patah setelah membantu suaminya I Nengah Kari (48) yang berprofesi sebagai tukang sensor kayu, menebang kayu di tegalan milik tetangganya, Senin (4/2).
Menurut seorang saksi, kejadiannya sekitar pukul 10.00. Saat itu korban dan suaminya mendapat borongan menebang pohon di tegalan milik Ketut Gunastra.
Seperti biasa, sebelum memotong bagian pangkal pohon, pasangan suami istri (pasutri) yang satu jam sebelumnya baru pulang dari menghadiri undangan ke rumah salah satu warga, mengikatkan tali pada bagian batangnya. Tali itu dipasang untuk mengunci arah robohnya pohon.
Setelah mengikatkan tali, Kari mulai memotong bagian pangkal kayu menggunakan gergaji mesin. Sedangkan korban bertugas menarik tali.
Awalnya tak ada yang ganjil, tapi ketika kayu mulai roboh, Kari dikejutkan oleh teriakan kesakitan korban. Begitu menoleh, dia melihat sang istri terseret mengikuti arah tumbangnya pohon dengan kaki kanan terlilit tali.
Salah seorang saksi, Nyoman Wage, mengatakan, kondisi lukakorban cukup parah. Selain luka pada kaki kanan, tubuhnya juga lecet-lecet karena terseret beberapa meter.“Kondisi korban parah dan sekarang masih dirawat RS Sanglah,” jelasnya. (pik)
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5545 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3485 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2337 Kali
De Gadjah Dorong Pariwisata Toleransi sebagai Kekuatan Bali
Dibaca: 1178 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan