Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Siswa SDN 4 Pupuan Olah Jahe Lokal Jadi Minuman Segar

Kamis, 17 September 2026, 12:47 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Siswa SDN 4 Pupuan Olah Jahe Lokal Jadi Minuman Segar.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, GIANYAR.

Kreativitas siswa SDN 4 Pupuan, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar, dikembangkan melalui pembelajaran berbasis potensi lokal. Salah satunya lewat praktik membuat dan menyajikan teh jahe segar dari hasil pertanian Desa Pupuan.

Kegiatan tersebut menjadi sarana bagi siswa untuk mengenal potensi pertanian di lingkungan sekitar sekaligus memahami pemanfaatan komoditas lokal melalui proses pembelajaran yang lebih kontekstual.

Kepala SDN 4 Pupuan, I Made Suarnita, mengatakan Desa Pupuan dikenal sebagai salah satu sentra penghasil jahe di wilayah Tegallalang. Potensi tersebut dimanfaatkan sekolah untuk mengenalkan kekayaan alam desa kepada peserta didik sejak dini.

“Pupuan merupakan salah satu penghasil jahe yang cukup dikenal di Tegallalang. Melalui kegiatan ini, kami ingin anak-anak mengenal dan mencintai hasil pertanian lokal yang menjadi kebanggaan desa,” ujarnya.

Menurut Suarnita, teh jahe dipilih karena mudah dibuat dan merupakan minuman tradisional yang banyak dimanfaatkan masyarakat. Jahe juga dikenal sebagai tanaman herbal yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam kegiatan praktikum tersebut, siswa mengikuti sejumlah tahapan. Mereka diajak mengenali karakteristik tanaman jahe secara langsung dari hasil pertanian desa, kemudian mempraktikkan proses membersihkan, meracik, hingga mengolah jahe menjadi teh siap saji.

Siswa juga dikenalkan pada nilai tambah komoditas pertanian sehingga hasil bumi tidak hanya dipandang sebagai bahan mentah, tetapi dapat diolah menjadi produk dengan nilai jual lebih tinggi.

Suarnita menjelaskan, pembelajaran berbasis potensi desa menjadi salah satu upaya sekolah mendukung pendidikan kontekstual. Materi pembelajaran tidak hanya berfokus pada teori di dalam kelas, tetapi juga memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar.

“Kami ingin siswa memahami bahwa banyak hal yang dapat dipelajari dari lingkungan sekitar. Potensi desa seperti jahe dapat menjadi media pembelajaran yang menarik sekaligus menanamkan rasa bangga terhadap daerahnya,” katanya.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/gnr



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami