Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Pastika-Puspayoga Hadiri Perayaan HUT PDIP
BERITABALI.COM, TABANAN.
Paket calon gubernur dan wakil gubernur bali yang diusung PDIP Komjen I Made Mangku Pastika dan AA Ngurah Puspayoga disambut ribuan kader banteng Tabanan dalam acara ulang tahun PDIP ke-35 di Gedung Kesenian I Ketut Maria, Tabanan, Sabtu (16/2).
Selain dihadiri kader banteng seluruh Tabanan, peringatan HUT PDIP itu juga dihadiri petinggi PDIP dari jajaran DPP, tampak Dewi Jaksa, DPD Bali Cok Ratmadi, dan semua penguru teras DPC PDIP Tabanan, baik yang duduk di legislatif dan eksekutif.
Ketua DPC PDIP Tabanan I Made Sudana dalam orasi politiknya mengatakan momen perayaan HUT PDIP di Tabanan merupakan momentum awal kebangkitan kembali PDIP. Dia juga mengajak para kader dan simpatisan medukung dan memilih paket Mangku Pastika dan Puspayoga dalam pilgub Bali bulan Juli 2008 medatang sebagai gubernur Bali.
Sementara itu Komjen Mangku Pastika dalam sambutan sekapur sirihnya mengatakan, dirinya merasa bangga berada di tengah-tengah kader PDIP Tabanan yang memiliki militansi dan loyalitas tinggi. Seandainya dirinya tidak diloloskan DPP PDIP pusat sebagai cagub, maka Ia tidak akan memilih yang lain.
"One way ticket," ungkapnya seraya mengatakan bahwa hanya melalui pintu PDIP dia akan bertarung dan bukan yang lain.
Reporter: bbn/nod
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4535 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2348 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2002 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1609 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1050 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun