Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 29 Juni 2026
Cibir Pimpinan Dewan Bemper Eksekutif
BERITABALI.COM, KLUNGKUNG.
Kepergian Ketua DPRD Karangasem, I Wayan Sukadana S.Sos, bersama Ketua Komisi I, Pandu Prapanca Lagosa, Ketua Komisi II, I Gede Dana, dan Ketua Komisi III, I Wayan Sunartake Hongkong, mendapat reaksi keras dari para anggota dewan. Mereka protes dan mencibir keberangkatan tersebut sebagai hadiah dari eksekutif karena selama ini mereka telah menjadi bemper.
Tak mau polemik itu berlanjut, Senin (18/2), Dewan setempat langsung menggelar rapat koordinasi. Rapat yang bertujuan untuk menyikapi keberangkatan empat orang wakil rakyat bersama Bupati Geredeg itu dipimpin langsung wakil Ketua I Wayan Mas Suyasa dan Wakil Ketua II, I Gusti Bagus Karyawan.
Situasi rapat memanas begitu, Mas Suyasa membuka rapat kordinasi tersebut. Anggota Dewan silih berganti mengeluarkan pernyataan pedas. Sayangnya, rapat kordinasi tak mengeluarkan keputusan apa-apa berkaitan dengan keberangkatan empat orang anggota Dewan ke luar negeri.
Yang pasti rapat kordinasi, sempat memunculkan rencana pemboikotan dalam setiap sidang Paripurna, termasuk juga mengancam akan tidak mengikuti program Diklat seperti yang sudah diatur dalam undang-undang. Adalah Ketua Faraksi PDIP, IB Mega Susila, dan beberapa anggota dewan lainnya yang menyuarakan aksi pemboikotan Sidang Paripurna termasuk juga pemboikotan untuk melakukan Diklat.
”Kita ingin memberi pelajaran kepada Ketua Dewan yang berangkat keluar daerah (luar negeri) tanpa pernah melakukan koordinasi dengan unsur pimpinan dewan,” katanya.
Sikap Mega Susila itu menyiratkan kalau kalangan anggota Dewan berkeinginan untuk memberikan test case kepada pimpinan Dewan yang dinilai telah arogan pergi begitu saja tanpa memberikan penjelasan dan pendelagasian tugas.
Hal sama juga dikatakan I Wayan Sena, politisi PDIP, asal Geriana Kangin, Duda Utara, Selat, itu dengan lantang meminta agar anggota Dewan 'angkat koper' alias boikot setiap kegiatan yang diagendakan.
”Kita serahkan saja semua kegiatan pada pimpinan Dewan. Dengan cara ini apakah pimpinan Dewan bisa menyelesaikan semua agenda sendirian,” ucapnya lantang.
Sena juga mengaku curiga kalau kepergian pimpinan Dewan minus wakil Ketua ini adalah hadiah dari eksekutif. Karena selama ini pimpinan Dewan telah banyak mengamankan kebijakan eksekutif. “Mereka ini talah menjadi bemper sehingga diberikan hadiah jalan-jalan ke Hongkong,” katanya.
”Selama ini pimpinan Dewan selalu memandang sebelah mata anggotanya, dan harus diberi pelajaran,” imbuh Nengah Darma, seraya mengusulkan agar Dewan melakukan rapat kerja dengan Bupati I Wayan Geredeg untuk menanyakan soal diajaknya pimpinan Dewan ke Hongkong.
Sementara itu, Ketua F Golkar, Gde Suartama menilai kordinasi dan komunikasi antar pimpinan di Dewan Karangasem menjadi penyebab pelemik itu terjadi. Malah pria asal Datah, Abang ini menilai menejeman Dewan Karangasem lebih rendah dari menejemen sekolah.
Padahal menurutnya Dewan adalah lembaga yang terhormat dan punya tatib serta aturan main sendiri. ”Ketua Dewan telah banyak melakukan rekayasa,” tandasnya.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun