Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 16 Agustus 2026
Dishutbun Kalang Kabut
BERITABALI.COM, BULELENG.
Pohon di Kawasan Hutan di Desa Lemukih Kecamatan Sawan ditebang warga setempat untuk keperluan pembangunan rehabilitasi Pura Dalem di Desa setempat sehingga membuat kalang kabut Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Buleleng.
Berawal dari sebuah pesan singkat yang menyebutkan adanya penebangan sejumlah pohon di Kawasan Hutan Desa Lemukih, minggu (24/2) siang membuat kalang kabut Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Buleleng,
apalagi disebutkan, dari rencana 5 kubik kayu yang diambil untuk keperluan Desa Pakraman setempat merehab Pura Dalem justru menjadi 15 kubik, dimana sisanya akan dijual kepada seorang pengusaha kayu di Bungkulan.
Dari pesan singkat yang dikirim secara beranting itu selanjutnya disikapi Dishutbun Buleleng dengan menerjunkan Polisi Kehutanan, “hanya ditemukan satu batang pohon yang ditebang warga Desa Lemukih, pohon itu selanjutnya akan diolah dijadikan kayu untuk rehab Pura Dalem di Desa setempat,” ungkap seorang petugas kehutanan.
Sampai Minggu sore belum diperoleh keterangan resmi dari Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Buleleng terkait penebangan pohon di Kawasan Hutan Desa Lemukih tersebut, namun dari keterangan Petugas Kehutanan menyebutkan, penebangan pohon di Kawasan Hutan tersebut dilakukan tanpa ijin.
Reporter: bbn/sas
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4538 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2351 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2002 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1610 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1051 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun