Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 17 September 2026
Transit Turis Rambut Siwi Tak Terurus
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Rest area Rambut Siwi kini kondisinya sangat memprihatinkan. Daerah transit wisatawan yang ditarget menggaet ratusan wisatawan kini ditumbuhi padang ilalang, dan sejumlah fasilitasnya telah mengalami kerusakan.
Berdasarkan pantauan Beritabali.com siang tadi, sejumlah bangunan yang ada di rest area ini mengalami kerusakan. Wantilan yang semula dijadikan lokasi berjualan souvenir, kini menjadi sarang kelelawar. Fasilitas toilet pun kini sudah mengalami kerusakan yang cukup parah. Ketua Komisi C DPRD Jembrana, I Ketut Wirata Winaya mengatakan, pemerintah daerah semestinya memiliki perencanaan yang matang untuk mengelola kawasan ini.
“Kalau tidak direncanakan secara matang, bukan tidak mungkin rest area itu mubazir lagi seperti sekarang ini. Apalagi dana APBD untuk menata kawasan tersebut cukup banyak tersedot,” kritik Wirata. Sementara itu, Kabid Pariwisata Kabupaten Jembrana, Ni Ketut Citrawati mengaku, rest area tersebut, rencananya akan dijadikan arena outbond yang bisa digunakan oleh masyarakat maupun organisasi kepemudaan.
“Nanti, rest area akan ditata sedemikian rupa agar bisa digunakan sebagai arena outbond. Kami juga sudah berkoordinasi dengan Bidang Pemuda dan Olahraga, agar rest area ini bisa digunakan oleh masyarakat, anak-anak sekolahan, maupun anggota-anggota pramuka dan sispala,” tandas Citra.
Reporter: bbn/eps
Berita Terpopuler
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5510 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3476 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2317 Kali
De Gadjah Dorong Pariwisata Toleransi sebagai Kekuatan Bali
Dibaca: 1129 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan