Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 30 Juni 2026
Kapolres : Hanya Dua Warga Tertembak
BERITABALI.COM, BULELENG.
Jajaran Polres Buleleng menegaskan, dalam kasus bentrokan antar warga Dusun Sibang dan Dusun Jeroan Desa Patemon Kecamatan Seririt hanya dua warga Dusun Sibang mengalami luka akibat tembakan senjata api.
“hanya dua yang menjadi korban menembakan orang tidak dikenal, satunya lagi akibat tersandung batu saat lari, bukan kena peluru dari senjata itu dan itu sudah saya cek, hanya dua korban masih dirawat di rumnah sakit paramasidhi singaraja,” ungkap Kapolres Buleleng, AKBP. Setyo Dwiantoro.
Berdasarkan laporan masyarakat dan keterangan dilokasi peristiwa menyebutkan, sedikitnya tiga warga Dusun Sibang, Desa Patemon Kecamatan Seririt mengalami luka akibat tembakan senjata api, diantaranya, Gede Indra Bayu (25) Ketut Kariada (42) dan Made Yasa (35). Dari data tersebut, selanjutnya polisi melakukan penelusuran, sehingga diperoleh keterangan luka pada jempol kali yang dialami Made Yasa akibat tersandung batu,” sudah kita susuri dan memang benar luka pada jempol bukan karena tembakan senjata,” ujar Setyo Dwiantoro.
Dalam peristiwa penembakan saat betrokan antar warga Dusun Sibang dengan Dusun Jeroan saat malam pengerupukan lalu, Gede Indra Bayu dan Ketut Kariada, keduanya warga Dusun Sibang terkena muntahan timah panas, namun secara pasti tembakan yang diduga berasal dari pistol itu belum diketahui.
Sementara dari saksi mata dilokasi kejadian mengatakan peristiwa bentrokan itu berawal dari adanya lemparan batu yang mengenai rumah salah seorang warga sehingga memicu warga kedua dusun berhamburan keluar dengan membawa senjata tajam, pentungan dan batu, betrokan antar kedua warga yang kerap bertikai tidak bisa dielakan dan akhirnya mengakibatkan adanya korban luka tembak.
Reporter: bbn/sas
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun