Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 16 Agustus 2026
Depdiknas Kecolongan Guru Jual Buku
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Masalah guru yang menjual buku pada anak didiknya, ternyata tidak pernah usai menjadi hujatan. Buktinya, saat konfrensi pers disela-sela Konfrensi Sembilan Menteri Pendidikan (E-9), Selasa (11/3) siang, hal tersebut masih menjadi pertanyaan para insan pers.
Menteri Pendidikan Nasional, Bambang Sudibyo pun mengakui Depdiknas masih kecolongan masalah ini. Pasalnya, peraturan menteri yang diteken oleh Mendiknas, ternyata tidak cukup ampuh untuk mengerem laju 'bisnis buku pelajaran' di kalangan para pendidik ini.
Menurut Mendiknas, hingga saat ini masih banyak guru-guru yang menjual buku kepada anak didiknya secara sembunyi-sembunyi. Karena dengan berjualan buku pelajaran, para guru bisa mendapat pendapatan tambahan. Namun demikian, saat ini Mendiknas telah membeli 130 copyright buku pelajaran dari seluruh penerbit.
Rencananya, tahun ini Depdiknas akan membeli 50 copyright buku lagi, sehingga total Depdiknas akan memilik 180 copyright buku pelajaran dari SD sampai SMA. “Rencananya tahun ini kami akan membeli 50 copyright buku lagi. Dengan demikian kita akan memiliki 180 copyright buku pelajaran. Nantinya, harga buku-buku pelajaran akan menjadi murah di seluruh negeri,” pungkas Mendiknas.
Reporter: bbn/eps
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4536 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2351 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2002 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1609 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1051 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun