Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 1 Juli 2026
Rapat Panmus Gagal Tentukan Jadwal PAW
BERITABALI.COM, GIANYAR.
PAW (Pergantian Antar Waktu) I Made Dana tertunda lagi, hal ini lantaran Panmus gagal menentukan jadwal PAW sesuai dengan agenda rapat. Bahkan rapat tersebut ditunda sampai menunggu jawaban tertulis dari Mendagri prihal PAW (Pergantian Antar Waktu). Demikian terungkap ketika sejumlah anggota DPRD yang tergabung dalam Panmus (Panitia Musyarawah) menggelar rapat di gedung DPRD Gianyar, Rabu (2/4).
"Ya, memang rapat ditunda, hal ini disebabkan lantaran pihak dewan masih menunggu surat jawaban resmi secara tertulis dari Mendagri soal PAW, " kata Ketua DPRD, I Made Mahayastra ketika dimintai keterangan terkait masalah gagalnya penentuan jadwal PAW. Kendati demikian adanya, sambung politisi asal Payangan ini menjelaskan pihaknya bakal melangsungkan PAW dan pelantikan pada tanggal 19 Mei mendatang. Namun, setelah menunggu adanya surat jawaban dari Mendagri secara tertulis. "Setelah surat tertulis itu ada, baru kita lakukan PAW dan Pelantikan," ungkapnya.
Hal ini dilakukan, menurut Mahayastra, biar dewan tak salah dalam mengambil keputusan. Seperti misal masalah dana Purnabakti yang dirubah menjadi dana jasa pengabdian semua dilakukan hanya sebatas konsultasi, tanpa surat yang jelas, sehingga dibelakangan hari muncul masalah. "Inilah yang mendasari kenapa rapat tadi ditunda," jelasnya. Sementara itu, I Made Dana sendiri ketika ditemui usai rapat dirinya mengaku masih tak menerima dengan PAW ini dari partai induknya. Pasalnya, gugatan dirinya di PN ( Pengadilan Negeri) soal pemecatan itu belum selesai diproses. "Ya, kami rasa PAW berat kami terima, apalagi Ketua DPRD tak membawa jawaban tertulis dari Mendagri," ungkapnya.
Reporter: bbn/ctg
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun