Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 15 Agustus 2026
Bocah 6 Bulan Derita Hydrocephalus
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Malang benar nasib Isti Amalia. Bocah yang baru berusia enam bulan ini harus tergolek lemah di sal jempiring Rumah Sakit Umum Sanglah. Pasalnya, bocah asal Desa Bangket Munjuk Julik, Mataram ini, menderita penyakit hydrocephalus atau pembesaran pada kepala, sejak ia lahir. Sebelumnya Isti sempat dibawa ke RSUP Sanglah bulan Nopember tahun lalu untuk menjalani pemeriksaan dan pemasangan vivisan atau alat pengeluar cairan penyebab hydrocephalus. Namun sejak Pebruari lalu, kepalanya kembali membesar.
Isti pun dibawa ke Rumah Sakit Mataram untuk menjalani pemeriksaan, namun karena mengalami muntah terus menerus, ahirnya isti kembali dirujuk ke RSUP Sanglah untuk menjalani resesi pemasangan vivisan ulang. Orang tua Isti, Siti Zahrah membenarkan jika anaknya menderita hydrocephalus sejak lahir. Akibat penyakit tersebut, isti pun terpaksa dilahirkan dengan cara caesar. Siti pun kini hanya bisa berharap anaknya segera sembuh. ”Saya hanya ingin anak saya bisa cepat sembuh. Kasihan dia menangis terus menerus kalau kepalanya sakit,” harap Siti.
Sementara itu, Kepala Seksi Pelayanan Rawat Inap RSUP Sanglah, dr. Made Darwini mengatakan, penyakit yang diderita Isti disebabkan oleh cairan yang ada di kepala isti, sehingga memicu pembesaran kepala. Menurutnya, penyakit ini disebabkan oleh faktor genetik. Untuk mengatasi penyakit ini, ahli bedah saraf akan kembali melakukan resesi ulang terhadap vivisan yang telah ditanam di badan isti. ”Rencananya ahli bedah saraf akan kembali melakukan resesi penanaman vivisan ulang. Kami menduga vivisan tersebut tersumbat sehingga membuat Isti muntah-muntah,” jelas Darwini.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4529 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2341 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1990 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1605 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1047 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun