Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 15 Agustus 2026
Kadek Suara Nekat Sayat Urat Nadi
BERITABALI.COM, BULELENG.
Menderita sakit paru-paru dan tidak kunjung sembuh, Kadek Suara (42) warga, Dusun Bangkiang Sidem, Desa Pedawa Kecamatan Banjar, Rabu (16/4) nekat mengakhiri rasa putus asanya dengan bunuh diri, menyayat urat nadi pergelangan tangan kanan hingga tewas. “Korban sudah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dengan kondisi tertelungkup dan banyak ceceran darah ditemukan, korban mengiris pergelangan tangannya mengunakan pisau,” ungkap Kapolsektif Banjar AKP I Putu Sutama.
Kadek Suara diketahui tewas pertama kali oleh Ketut Fitriani (25) saat hendak mengajak korban pergi berobat ke dokter. ”Saat dicari ke kamar dan membuka pintu kamar ada ceceran darah, selain itu saksi juga melihat sebuah pisau penuh diatas meja disamping tempat tidur korban,” ujar Sutama.
Dari hasil olah peristiwa dan pemeriksaan tim medis korban Kadek Suara munrni tewas akibat bunuh diri dengan mengiris urat nadi pergelangan tangan kanannya mengunakan pisau, selain itu tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan. Dari ulah nekat bunuh diri dengan mengiris urat nadi itu, polisi telah memeriksa sejumlah saksi termasuk mengamankan sebilah pisau dapur yang digunakan pelaku untuk menyayat urat nadi.
Reporter: bbn/sin
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4521 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2335 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1983 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1601 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1042 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun