Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Dipertanyakan, Kasus Pembakaran Baliho Win-Ap
BERITABALI.COM, TABANAN.
Kasus pembakaran baliho paket cagub dan cawagub I Gede Winasa-IGB Alit Putra (Win-Ap) yang dipasang di Desa Kukuh, Kecamatan Marga dipertanyakan oleh Ketua Tim Win-Ap Tabanan, IGM Purnayasa, Minggu (18/5). Baliho yang berukuran 4 x 6 meter pada bagian tengahnya tersebut bolong bekas sulutan api habis dibakar. Dikatakannya, kasus tersebut sudah terjadi Minggu (11/5) lalu dan telah dilaporkannya ke Polsek Marga. "Sejauh mana, penanganan kasus tersebut ditangani oleh Polisi," katanya dengan nada tanya. Padahal Baliho yang dipasang tersebut telah diketahui oleh aparat desa setempat.
"Bahkan pada saat pemasangan baliho tersebut juga diawasi oleh empat orang intel kepolisian," katannya. Dia pun terkejut ketika keesokan harinya Baliho Win-Ap sudah dalam keadaan bolong bekas dibakar orang tak dikenal. Pihaknya pun sempat menghubungi Kapolsek Marga terkait penanganan kasus tersebut, namun jawaban yang diterima menurutnya masih kurang. "Kapolsek mengatakan, kasusnya masih dalam proses," kata mantan Sekda Tabanan ini. Dia pun menyayangkan telah terjadinya kasus tersebut. "Semestinya cara-cara seperti itu tidak terjadi lagi di era demokrasi ini," jelasnya. Diharapkannya, dalam kasus ini pihak kepolisian bekerja objektif dan tidak ada unsur pilih kasih.
Reporter: bbn/sin
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4308 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1460 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 953 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 887 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 781 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun