Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 8 Agustus 2026
Tim Independen Pasang Srikandi
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Tim Independen CBS (Cok Budi Suryawan) - I Nyoman Suweta mulai bekerja ekstra keras untuk memenangkan paket yang diusung dari KRB (Koalisi Rakyat Bali) tersebut. Bahkan, tim yang berjumlah ribuan orang ini mulai memasang srikandi-srikandi Bali untuk ikut mensosialisasikan paket impian masyarakat Bali itu. "Sampai saat ini, kami sudah melakukan sosialisasi di tengah-tengah masyarakat, dan rata-rata respon masyarakat sangat bagus," ucap A.A Raka, Ketua Forum Koordinasi Lintas Tokoh se-Bali, Kamis (22/5).
Lebih jauh, pria asal Singapadu, Gianyar ini menegaskan, selain menggarap para tokoh masyarakat, pihaknya bakal mengerahkan wanita sebagai tim sukses. Pasalnya, menurut dirinya sudah saatnya wanita bergerak. "Kami sudah memasang ribuan srikandi untuk memenangkan CBS-Suweta," ungkapnya. Terus seberapa jauh target kemenangan yang akan diyakininya ?, sampai saat ini dirinya tak mau berandai-andai, pada prinsipnya kerja dan semangat untuk menang. "Tak ada kata lain, bekerja dan menang," jelasnya optimis. Sambung, Agung Raka, khusus untuk masyarakat ataupun tim sukses yang belum mendapatkan stiker, baliho, baju dan sejenisnya akan dibagikan serentak pada tanggal 26 Mei mendatang. "Kami harap bersabar, jutaan baju sedang dibuat," ucapnya.
Reporter: bbn/sin
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4342 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1467 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 961 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 909 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 897 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun