Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 1 Juli 2026
Civic Center Semarapura Amburadul
Semarapura
BERITABALI.COM, KLUNGKUNG.
Civic Center atau kantor pusat pemerintahan kota Semarapura dinilai ambradul dan tidak jalan oleh Ketua DPRD Kabupaten Klungkung, Anak Agung Gede Bagus, Minggu (8/6). Terkait hal ini, pemerintah dinilai tidak konsisten dalam menjalankan kebijakan tentang tata ruang atau RTRW.
Anak Agung Bagus lalu mencontohkan, letak perkantoran Dinas Pehubungan yang terletak di Desa Takmung, Kecamatan Banjarangkan yang jauhnya sekitar 2 km dari pusat kota. Begitu pula dengan kantor Dinas Koprasi yangt terletak di Banjarangkan. Satu-satunya kantor dinas yang berada di tengah pemukiman penduduk adalah kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan.
Menurut Agung Bagus, mengacu pada RTRW yang sudah direncanakan sebelumnya, pusat kota sebenarnya berada di utara kota Semarapura.
“Ketika kawasan utara Semarapura dijadikan civic center, semestinya kawasan itu dibebaskan dan tidak ada ijin untuk membangun disana. Disamping itu harus ada penjelasan yang rinci seberapa besar luas civic center yang akan dibangun,”jelasnya.
Dengan tersebarnya gedung kantor dinas tersebut, komunikasi antar kantor menjadi tidak efektif dan terkesan amburadul. Kelemahan eksekutif pada kebijakan RTRW ini diketahui oleh masyarakat, maka harga tanah di sana (utara kota) menjadi melambung.
“Antisipasi itu sesunguhnya dengan cara tidak memberikan ijin untuk membangun kecuali pembangunan perkantoran.” Jelasnya.
Selain persoalan carut marutnya tata ruang, Ketua DPRD juga masih menunggu jawaban dari pemerintah terkait pemanfaatan bekas Galian golongan C.
“ Itu ke depannya untuk apa. Kan tidak mungkin semuanya untuk dermaga dan estuary dam.” tanyanya. (igs)
Reporter: -
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun