Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 6 Agustus 2026
Warga Batutabih Kesulitan Air Bersih
Takmung
BERITABALI.COM, KLUNGKUNG.
Warga Lingkungan Dusun Batutabih, Desa Takmung, Klungkung sejak tahun 1976-an tidak mendapat kucuran air bersih yang memadai dari PDAM.
Hal ini disampaikan Kelian (Kepala) Dusun Batutabih Wayan Darsana.
Menurutnya, dusun yang dihuni sekitar 25 Kepala Keluarga hingga kini masih belum mendapat pasokan air bersih dari PDAM.
“Dari pipa PDAM itu hanya keluar anginnya saja. Airnya mengalir hanya pada malam hari saja. Masak penduduk disuruh begadang untuk menjaga air,” keluhnya.
Wayan Darsana menambahkan, sudah banyak warganya yang mengadukan permasalahan ini ke PDAM, namun sampai saat ini belum mendapatkan penanganan yang serius.
“Kan tidak masuk akal, air berlimpah tapi masyarakat tidak mendapatkan air bersih,” ujarnya.
Direktur PDAM Klungkung, Made Suyastra, ketika dikonfirmasi, Kamis (26/6) mengatakan masih kesulitan memenuhi permintaan pelanggan di Kabupaten Klungkung. Perencanaan untuk mengangkat air di Tukad Unda dengan system gravitasi hanya jalan di tempat.
“Untuk memenuhi pasokan air, kini tengah direncanakan untuk mencari air di Telaga Waja, Kecamatan Rendang, Karangasem. Hingga kini baru 3 km yang terealisasi dari total 11 km jarak pipa yang direncanakan,” ucapnya. (igs)
Reporter: -
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 3353 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1305 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 918 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 839 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 677 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun