Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Pembahasan Daur Ulang Limbah Kapal Ditunda
Nusa Dua
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Jika pembahasan pelarangan ekspor-impor limbah bahan berbahaya dan beracun terancam deadlock. Maka pembahasan daur ulang limbah kapal dalam Pertemuan Konferensi Antar Bangsa Pengelolaan Limbah (B3) atau Konvensi Basel ke-9 di Nusa Dua disepakati untuk ditunda.
Kepastian penundaan ini disampaikan Ketua Delegasi Indonesia Agus Purnomo dalam keterangannya di Nusa Dua, Kamis (26/6). Pembahasan daur ulang limbah kapal ini kemungkinan akan dilanjutkan pada pertemuan 2 tahun mendatang.
Penundaan dilakukan untuk memberikan kesempatan kepada Internasional Maritim Organisation IMO atau Organisasi Laut Internasional untuk menentukan standar awal daur ulang limbah kapal.
Standar awal ini diperlukan mengingat masing-masing negara memiliki standar yang berbeda, sehingga perlu standar awal untuk dapat mensinergikan antara standar satu negara dengan negara lainnya.
Menurut Agus Purnomo penundaan juga terjadi karena negara berkembang masih mempertanyakan siapa yang bertanggungjawab atas pengolahan dan pembuangan atau pendaurulangan kapal.
Mereka mempertanyakan apakah itu menjadi tanggung jawab pemilik kapal atau penyewa atau negara yang tengah menangani dimana kapal itu bersandar. (mlt)
Reporter: -
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2931 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2050 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2010 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1808 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun