Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




666.506 Hektar Lahan di Buleleng Terlantar

Gerokgak

Sabtu, 12 Juli 2008, 12:38 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BULELENG.

Kawasan terlantar milik Pemerintah Kabupaten Buleleng sebanyak 666.506 hektar di Kecamatan Gerokgak nampaknya memberikan peluang dalam pengembangan ekonomi wilayah tersebut, namun terganjal HGU (Hak Guna Usaha) lahan yang telah dibidik sejumlah investor itu menjadi bermasalah.



Berdasarkan data di Pemkab Buleleng menyebutkan, ratusan hektar lahan yang terlantar tersebut dikelola PT. Margarana dan berada di tiga lokasi, diantaranya di Desa Pemuteran dengan luas 246,900 ha, di Desa Sumber Klampok dengan luas 151,982 ha dan di Kawasan Teluk Terima Desa Sumber Klampok dengan luas 267,622 ha.

" Dari tiga lokasi lahan yang terlantar karena tidak dikelola secara maksimal oleh Eks PT Margarana itu sudah kita upayakan untuk pengambil alihannya, seperti lokasi di Desa Pemuteran kita masih dalam proses pemindahan hak guna usaha dan dua lainnya sedang kita urus hak penggunaan lahannya," ungkap Kabag Humas dan Protokol Setda Buleleng, Gede Suyasa, Sabtu (12/7) di Kantor Bupati Buleleng.



Untuk memberikan peluang dalam penataan dan pengembangan ekonomi di Kecamatan Gerokgak, Pemkab Buleleng sudah melalukan upaya untuk membebaskan hak lahan yang dipegang PT. Margarana.



" Selama ini, PT Margarana sudah tidak mengelola secara baik tanaman perkebunan yang ada, tidak ada upaya peremajaan tanaman bahkan terjadi penebangan, sehingga lahan itu ditelantarkan dan tidak berfungsi secara maksimal," ujar Suyasa.

Berdasarkan perencanaan pengembangan kawasan tersebut, saat ini sudah ada tiga investor yang siap melakukan investasi di kawasan itu, diantarannya, PT Pembangunan Jaya Ancol Jakarta, PT Prana Indah Gemilang Jakarta dengan rencana pengembangan investasi terpadu, dan PT Istana Mega Singaraja-Jakarata dengan rencana investasi pembangunan tembok Singaraja, Kota Khayangan Singaraja dan Singaraja Internasional Airport. (sas)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/rob



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami