Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 5 Mei 2026
666.506 Hektar Lahan di Buleleng Terlantar
Gerokgak
BERITABALI.COM, BULELENG.
Kawasan terlantar milik Pemerintah Kabupaten Buleleng sebanyak 666.506 hektar di Kecamatan Gerokgak nampaknya memberikan peluang dalam pengembangan ekonomi wilayah tersebut, namun terganjal HGU (Hak Guna Usaha) lahan yang telah dibidik sejumlah investor itu menjadi bermasalah.
Baca juga:
Santri Tewas Terseret Ombak Saat Ikut MOS
Berdasarkan data di Pemkab Buleleng menyebutkan, ratusan hektar lahan yang terlantar tersebut dikelola PT. Margarana dan berada di tiga lokasi, diantaranya di Desa Pemuteran dengan luas 246,900 ha, di Desa Sumber Klampok dengan luas 151,982 ha dan di Kawasan Teluk Terima Desa Sumber Klampok dengan luas 267,622 ha.
" Dari tiga lokasi lahan yang terlantar karena tidak dikelola secara maksimal oleh Eks PT Margarana itu sudah kita upayakan untuk pengambil alihannya, seperti lokasi di Desa Pemuteran kita masih dalam proses pemindahan hak guna usaha dan dua lainnya sedang kita urus hak penggunaan lahannya," ungkap Kabag Humas dan Protokol Setda Buleleng, Gede Suyasa, Sabtu (12/7) di Kantor Bupati Buleleng.
Untuk memberikan peluang dalam penataan dan pengembangan ekonomi di Kecamatan Gerokgak, Pemkab Buleleng sudah melalukan upaya untuk membebaskan hak lahan yang dipegang PT. Margarana.
Baca juga:
Santri Tewas Terseret Ombak Saat Ikut MOS
" Selama ini, PT Margarana sudah tidak mengelola secara baik tanaman perkebunan yang ada, tidak ada upaya peremajaan tanaman bahkan terjadi penebangan, sehingga lahan itu ditelantarkan dan tidak berfungsi secara maksimal," ujar Suyasa.
Berdasarkan perencanaan pengembangan kawasan tersebut, saat ini sudah ada tiga investor yang siap melakukan investasi di kawasan itu, diantarannya, PT Pembangunan Jaya Ancol Jakarta, PT Prana Indah Gemilang Jakarta dengan rencana pengembangan investasi terpadu, dan PT Istana Mega Singaraja-Jakarata dengan rencana investasi pembangunan tembok Singaraja, Kota Khayangan Singaraja dan Singaraja Internasional Airport. (sas)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 408 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 356 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 352 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang