Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Kasus "Striptis", Minggu Ini Masuk Kejaksaan
Seririt
BERITABALI.COM, BULELENG.
Penangganan kasus dugaan goyangan erotis "striptis" di sebuah cafe di Seririt dalam minggu ini segera dituntaskan. Berkas pemeriksaan terhadap kedua pelaku, Yuning Beauty Riski (18) yang beralamat di Jalan Raya Pemogan Kepaon Denpasar bersama Vivi Rianti (19) beralamat di Jalan Talang Denpasar sedang diproses.
"Kita sudah periksa kedua penari erotis ini bersama seorang disc jockey, sebab mereka menari dengan mengenakan pakaian yang sangat tipis tanpa mengenakan pakaian dalam, memang kelihatan secara transparan, ini tetap kita proses, dan mungkin minggu ini sudah kita limpahkan ke Kejaksaan," ungkap Kapolsektif Seririt, AKP. Ketut Naya, Minggu (3/8).
Kedua penari "striptis"di cafe tersebut tidak ditahan polisi lantaran bukti kuat melakukan tarian "striptis" masih meragukan," kita memang sulit membuktikan para pelaku ini telanjang, hanya saja dari pengakuan dan keterangan saksi, keduanya mengenakan pakain tipis tanpa pakian dalam, sehingga tubuhnya telihat secara transparan," papar Naya.
Seperti diberitakan sebelumnya, "Goyangan Striptis"ala Yuning Beauty Riski dan Vivi Rianti dengan iringan musik dari DJ Iin Indah Indrawati (20) dilakukan diatas sebuah meja para pengunjung Café dua pekan lalu. (sas)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4535 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2348 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1998 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1609 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1050 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun