Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 19 Agustus 2026
Pemulung Temukan Orok Busuk di Tumpukan Sampah
Suwung
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Seorang pemulung yang sedang mengais sampah di TPA Suwung, Denpasar, digegerkan dengan penemuan orok. Bayi malang yang dibungkus tas plastik warna merah ditemukan di antara tumpukan sampah.
Saksi mata menyebutkan, orok ini ditemukan seorang pemulung, Nurtuki (55). Saksi yang setiap hari mengais sampah TPA Suwung untuk mencari plastik, tiba-tiba dikagetkan dengan penemuan tas plastik berisi orok.
"Isi tas ditumpahkan ke bawah dan ternyata yang keluar sosok bayi dalam kondisi membusuk,"jelas saksi.
Diliputi rasa takut, Nurtuki spontan meminta bantuan rekan sekerjanya, Sunardi (56). Guna membantu membersihkan bayi temuannya.
"Saya iba melihat orok itu dan saya bawa ke pinggir supaya dimandikan," terang Sunardi.
Ada indikasi, bayi malang itu dibuang malam harinya. Pasalnya, pada malam hari TPA Suwung, kondisi sepi.
Hasil pengecekan, orok tersebut mengalami luka di bagian kepala, leher, dan pantat. Diduga bekas dicabik dengan benda tajam milik pemulung.
Kapolsek Denpasar Selatan (Densel), AKP I Gede Ganefo, saat dikonfirmasi mengatakan masih menyelidiki kasus ini dengan memintai keterangan sejumlah saksi di TKP.
"Kita belum bisa pastikan apakah pelakunya dari luar lingkungan TPA atau bukan," ungkapnya. (Spy)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4577 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2379 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2036 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1640 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1080 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun