Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 14 September 2026
Pelari Kenya Dominasi Bali 10 K
Renon
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Pelari dari Kenya masih terlalu tangguh bagi pelari lainnya dalam lomba lari Bali 10 K yang digelar di Bali hari ini (10/8). Hampir seluruh gelar juara diborong pelari dari Benua Afrika ini.
Start Lomba lari Bali 10 K ini dimulai pukul 05.30 Wita di depan Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Renon. Sekitar 8 ribu pelari dilepas Menteri Budaya dan Pariwisata Jero Wacik.
Peserta lomba Bali 10 K ini kemudian menempuh rute Jalan Raya Puputan Renon- Dewi Sartika " Diponegoro " Surapati " Hayam Wuruk " dan kemabli finish di tempat semula.
Di akhir lomba, juara satu diraih pelari asal Kenya Robert Kilagat Kosgei dengan waktu 29:37;93. Di peringkat kedua diraih pelari Ethiopia Mekonnen Yiman Emiru dengan catatan waktu 29:44;22.
Juara ketiga hingga kelima diborong pelari asal Kenya. Juara ketiga diraih Nicholas Merica Chemaringo dengan waktu 30:04;88, Julius Mbugua Kangethe (30:12;17) di posisi empat, dan Sammy Kiprop Kiptoo di posisi kelima dengan waktu (30:17;36).
Sementara juara Bali 10 K tahun lalu, Patrick Kiprino Rotich, asal Kenya, gagal mempertahankan gelar juara Bali 10 K yang diraihnya tahun lalu dan juga gagal meraih posisi 10 besar.
Untuk kelompok elit dunia panitia menyediakan hadiah total sebesar 10.500 dolar AS. Juara I sebesar 4.000 dolar AS, juara II 3.000 dolar AS, dan juara III 1.000 dolar AS. (bob)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 4849 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3419 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2129 Kali
De Gadjah Dorong Pariwisata Toleransi sebagai Kekuatan Bali
Dibaca: 852 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan