Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 19 Agustus 2026
Mayat Buruh Ditemukan di Pantai Seseh
Mengwi
BERITABALI.COM, BADUNG.
Mayat buruh proyek, Trijoko (27), yang sebelumnya terseret arus deras di pantai Batu Bolong, Canggu, tiga hari lalu, hari ini Rabu (13/08), ditemukan mengambang di pantai Seseh Mengwi.
Kondisi korban ditemukan sangat mengenaskan, sekujur tubuhnya mengelupas. Jasad korban hingga kini masih disemayamkan di RSUD Kapal Mengwi.
Kasi Gakkum Pol Air Benoa, AKP I Ketut Rai Suwandhi, menjelaskan, jasad korban Trijoko, sekitar pukul 08.00 Wita telah ditemukan salah seorang warga setempat.
Setelah ditemukan, warga kemudian melaporkannya ke pos Balawista Munggu dan langsung dilaporkan ke Pol Air Benoa. Menurutnya, kondisi mayat saat ditemukan, sangat mengenaskan, sekujur tubuhnya mengelupas dan diduga akibat benturan karang.
"Mayat sekarang ini berada di RSUD Kapal Mengwi,"bebernya.
Trijoko, 10 Agustus sekitar pukul 15.30 Wita, berenang di pantai Batu Bolong Canggu Badung, tepatnya didepan Hotel Tugu, Kuta Utara. Akan tetapi, saat asik mandi, ombak ganas menerjangnya dan menyeretnya hingga ke laut.
Aparat kepolisian Pol Air terus melakukan pencaharian dibantu masyarakat setempat. Tiga hari lenyap terbawa arus, akhirnya jasad buruh proyek itu ditemukan dalam keadaan sudah tewas. (Spy)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4577 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2381 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2036 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1641 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1081 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun