Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 29 September 2026
Dianggap Berkhianat, 2 Kader PDIP Dipecat
Negara
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Dua kader PDIP Jembrana, I Ketut Suardi dan Ketut Tresnawati Bulan akhirnya resmi dipecat dari PDIP lantaran dinilai telah mengkhianati partai dengan menjadi menjadi calon legislatif (caleg) di partai politik lainnya.
Selain itu, dasar pemecatan 2 kader banteng gemuk Jembrana ini lantaran terbukti pernah memboikot sidang paripurna dewan. Dengan turunnya SK pemberhentian 2 kader PDIP yang saat ini masih aktif di F-PDIP Jembrana, mereka harus segera angkat koper dari gedung dewan tersebut.
Sekretaris DPC PDIP Jembrana, I Ketut Sugiasa, saat dihubungi Minggu (14/9) membenarkan DPC PDIP Jembrana telah menerima surat keputusan pemberhentian tersebut. "SK DPP tentang pemberhentian 2 kader tersebut diteken langsung Ketua Umum, Megawati Soekarno Putri dan Sekjen, Pramono Anung dan telah kami terima pada Jumat (12/9) lalu," katanya.
Lanjut Sugiasa, pemberhentian ini didasari karena kedua kader tersebut mengkhianati partai dengan menjadi caleg di partai lain dalam pemilu legislatif mendatang. "Suardi jadi caleg Partai Demokrat untuk DPRD Bali dan Bulan nomor urut 3 untuk DPRD Jembrana di daerah pemilihan Negara-Jembrana di partai yang sama.
Dengan demikian, mereka kan punya kartu tanda anggota ganda (KTA), sedangkan di PDIP tidak dibenarkan kadernya memiliki KTA ganda," terang Sugiasa. Alasan lainnya, kata Sugiasa, mereka juga terbukti pernah melakukan pemboikotan sidang paripurna dewan.
Menurut Sugiasa, semestinya mereka mengundurkan diri dulu sebelum masuk ke partai lain, namun karena surat pengunduran diri kedua kader tersebut tidak juga diterima partai, akhirnya partai yang memberhentikan mereka. "Kita akan segera menggelar rapat untuk menentukan pengganti antar waktu (PAW) keduanya. Rapat kita jadwalkan Selasa (16/9)," tandasnya.
Sementara itu, I Ketut Suardi saat dihubungi terpisah, Minggu (14/9) mengaku belum tahu dirinya diberhentikan. "Secara fisik (surat) saya belum tahu, malah baru tahu dari anda," ujarnya. Dirinya mengaku tidak kecewa dan menyerahkan sepenuhnya dengan mekanisme partai. Namun Suardi membantah kalau dirinya tidak kecewa karena sudah dicalonkan oleh Partai Demokrat.
Menurutnya, apa yang dilakukannya lebih kepada sikap politiknya. "Partai kan hanya sebagai kendaraan untuk menampung aspirasi. Saya tidak bisa menghindar jika aspirasi di bawah menginginkan saya begini," ujar mantan Ketua Fraksi PDIP dan Ketua Badan Kehormatan (BK) ini.
Sedangkan Tresnawati Bulan saat dihubungi Minggu (14/9), handphonenya dalam keadaaan tidak aktif. (dey)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8525 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5882 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3685 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2518 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar