Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 1 Juli 2026
Jelang Lebaran, Penjualan Tiket Meningkat
Gilimanuk
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Kendatipun arus mudik lebaran diprediksi belum mulai namun penjualan tiket penyeberangan di Pelabuhan Gilimanuk, meningkat. Tercatat, Minggu (21/8) tiket yang terjual mencapai 400 lembar padahal biasanya hanya mencapai 250-300 lembar per harinya. Peningkatan terjadi pada penumpang yang menggunakan sepeda motor.
Menurut perkiraan petugas pelabuhan, puncak peningkatan penjualan tiket penyeberangan biasanya terjadi saat puncak arus mudik tiba yakni H-3 hingga H-1 lebaran. "Rentang waktu tersebut biasanya tiket penyeberangan ludes terjual.
Biasanya mencapai sekitar 15 ribu lembar per hari," terangnya. Perkiraaan ini mengacu pada arus mudik sebelumnya dimana pada rentang waktu tersebut terjadi tercatat sekitar 55 ribu penumpang. Sementara sepeda motor mencapai 53 ribu unit dan mobil pribadi sekitar 4.500 unit.
Dari pantauan di lapangan Minggu, (21/9) di Pelabuhan Gilimanuk, pihak pelabuhan telah menyiapkan berbagai sarana pendukung pemudik, diantaranya pemasangan tenda di pelataran parkir pelabuhan. Tenda yang panjangnya sekitar 300 meter didalamnya disekat tali yang nantinya diperuntukkan khusus untuk sepeda motor yang menunggu giliran masuk
ke kapal.
"Ini baru awal. Rencananya tenda seperti ini akan dibangun hingga depan ruko (luar pelabuhan). Mungkin panjangnya mencapai 1 kilometer," jelasIB Alit Negara, salah satu petugas ASDP Gilimanuk ditemui di lokasi tenda, Minggu (21/9).
Menurutnya tenda ini dipasang untuk memberi kenyamanan kepada pemudik yang mengantre menuju kapal. "Tenda ini disiapkan agar para pemudik yang mengantre menuju kapal tidak kepanasan maupun kehujanan," ujarnya.
Sementara Kepala KP3 Gilimanuk AKP Nyoman Suparta seijin Kapolres Jembrana AKBP Ketut Suardana ditemui di seputar pelabuhan Gilimanuk, Minggu (21/9) mengatakan, melihat pengalaman tahun-tahun sebelumnya saat arus mudik tiba, antrean tidak bisa dihindari mulai dari pelabuhan hingga keluar pelabuhan.
"Untuk menekan antrean panjang arus mudik lebaran tahun ini, kami telah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait seperti ASDP guna mengatur laju kendaraan saat menuju pelabuhan," terangnya.
Menurut Suparta, saat puncak arus mudik tiba, jalur kanan menuju pelabuhan hanya untuk truk dan bus sedangkan jalur kiri hanya untuk mobil pribadi lalu menuju parkir manuver pelabuhan guna mendapat giliran masuk kapal. "Sedangkan sepeda motor melalui jalur tenda di areal parkir pelabuhan," ujarnya.
Suparta juga menyarankan kepada pengendara sepeda motor agar tidak membawa barang berlebihan mengingat jalur untuk sepeda motor relative sempit. "Jangan sampai di sepeda motor membawa bantal, kompor, panci, itu tidak benar. Cukup bawa keluarga seadanya," pinta Suparta.
Sedangkan untuk pemudik ibu hamil dan mengajak anak kecil, pihaknya akan memberikan bantuan khusus secara optimal. "Jangan sampai kelonggaran seperti ini dijadikan kedok seperti pura-pura bawa anak kecil," harapnya. (dey)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun