Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 17 Juni 2026
Menhub Datang, Antrean Masuk Tenda
Gilimanuk
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Guna memantau situasi arus mudik di Gerbang Bali Barat, Menteri Perhubungan, Jusman Safii Jamal mengunjungi pelabuhan Gilimanuk, Minggu (28/9).
Kehadiran Menhub memunculkan pemandangan yang sangat menggelikan. Sebelum menteri datang, tenda yang dipasang untuk pemudik bersepeda motor tampak kosong melompong karena antrean sepeda motor terjadi di luar loket tiket.
Baca juga:
NASA Bagikan Foto Jupiter Pertama JWST
Namun beberapa menit sebelum kapal motor penumpang (KMP) Citra Mandala Abadi yang membawa rombongan Menhub sandar di dermaga Pelabuhan Gilimanuk, tiba-tiba tenda yang dilengkapi kipas angin pemancar uap es itu dipenuhi antrean sepeda motor.
Hal ini diduga sengaja dilakukan pihak pengelola pelabuhan agar di Menhub melihat kalau pelayanan yang diberikan kepada pemudik benar-benar maksimal, padahal sebenarnya selama arus mudik tenda tersebut lebih banyak mubazir lantaran sepeda motor yang hendak menyeberang tidak antre lama di tenda itu.
Sesampainya Gilimanuk, kejadian menggelikan kembali terlihat. Rombongan Menhub tidak diarahkan ke lokasi pemudik yang berjemur di atas sepeda motornya untuk menunggu giliran masuk pelabuhan.
"Secara keseluruhan arus angkutan kapal lancar dengan penambahan trip yang diterapkan pihak ASDP ini lebih baik disbanding tahun lalu," ujar Jamal.
Baca juga:
NASA Bagikan Foto Jupiter Pertama JWST
Ketika Menhub hendak diwawancarai wartawan terkait langkah yang akan diambil departemen yang dipimpinnya untuk menekan antrean, tidak diberikan kesempatan oleh ASDP.
Akhirnya, Menhub langsung kembali dengan menggunakan helikopter yang sudah menunggu di lapangan Gilimanuk. (dey)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun