Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Guru Cabul Itu Berniat “Pelihara” Korban

Denpasar

Selasa, 7 Oktober 2008, 20:49 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Kendati punya istri dan dua anak, sang guru cabul, Drs. Nyoman Adi Adyana (45) bertekad memelihara korban, MH (14), siswi kelas 2 SMP disebuah sekolah di Denpasar.

Tak tanggung-tanggung, pak guru cabul yang tinggal di kawasan Pedungan Denpasar ini rela merogoh sakunya untuk membiayai hidup MH hingga jenjang kuliah.

Sumber petugas Poltabes Denpasar menerangkan, Selasa (07/10), Drs. Nyoman Adi Adyana, masih menjalani pemeriksaan intensif, guna menyelidiki secara mendalam, apa penyebab kenekatan tersangka mencabuli MH.

“ Gurunya tadi diperiksa. Coba lihat kes ana. Dia mengakui semua perbuatannya,” bisik petugas.

Sumber menjelaskan, dari pengakuan korban, terkuak bahwa tersangka, Wakil Kepala Sekolah SMP 6 ini bertekad memelihara MH dan menjanjikan akan menghidupi kebutuhannya. Hal ini dilakukan tersangka karena melihat kondisi korban yang serba kekurangan.

Bisa dibilang, korban dari keluarga tak mampu dan tersangka berjanji akan membiayai kebutuhan korban.

“Tersangka berjanji akan membiayai kebutuhan korban, dari mulai SMP hingga jenjang kuliah. Padahal, tersangka tinggal di Pedungan Denpasar, telah dikaruniai dua anak,”ungkap sumber kembali

Kasatreskrim Poltabes Denpasar Kompol Rendra Redita Dewayana, Selasa (07/10), menerangkan, saat ini tersangka sudah ditahan. Namun pemeriksaan terus berjalan.

“Sudah ditahan dan masih diperiksa,” tegasnya.

Perbuatan bejat yang dilakukan Drs. Nyoman Adi Adyana sebagai Wakil Kepala Sekolah, tak patut ditiru. Bukannya mengayomi serta digugu dan ditiru, ia malah mencabuli anak didiknya sendiri, MH.

Tersangka yang dikenal sebagai guru tauladan dan disiplin ini, ternyata sudah 4 kali 'ngejos' korban. Dua kali di dalam mobil, di kawasan Pulau Serangan, Sanur, dan dua kali di Hotel.

Korban dirayu dan diberikan uang Rp 100 ribu, untuk sekali ‘ngejos’. Kelakukan guru tak bermoral ini dilakukan sejak dua bulan silam. (Spy)


Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: -



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami