Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 1 Juli 2026
Rabies, Bupati Himbau Anjing Diikat
BERITABALI.COM, TABANAN.
Bali positif rabies ditanggapi serius oleh Bupati Tabanan N Adi Wiryatama. Ia langsung menghimbau kepada masyarakat Tabanan agar berhati-hati dengan binatang piaraan tersebut. Selain itu Wiryatama juga menyerukan kepada masyarakat agar mengingkat anjingnya.
Hal itu diungkapkan orang nomur satu di Tabanan ini saat membuka Pekan Olah Raga Kabupaten Tabanan, di Stadion Debes, Jumat (28/11).
Sementara itu Kadiskes Tabanan Dr I Ketut Sumiarta, Minggu (30/11) mengatakan sejauh ini pihaknya belum menerima laporan terkait Rabies di Tabanan.
" Sementara ini di Tabanam belum ada, namun apabila ada, pihaknya menyarankan agar pasein atau korban langsung memeriksakan diri ke Pusekesmas terdekat atau rumah sakit,"jelasnya.
"Kita juga telah berkoordinasi dengan pihak peternakan Tabanan," imbuhnya seraya menambahkan Tabanan sendiri masih aman dari rabies.
Hal senada juga disampikan oleh Kepala Dinas Peternakan Tabanan Ir I Gusti Putu Suandi. Ia mengatakan langkah-langkah yang diambilnya telah berkoordinasi dengan menginstruksikan kepada seluruh stafnya yang ada ditingkat kecamatan.
"Kami juga telah menurunkan PPL di masing-masing wilayah tugasnya, dan hingga hari ini Tabanan masih aman dari Rabies," jelasnya.
Selain itu pihaknya juga akan menggelar sosialisasi kepada masyarakat terkait bagiamana cara memelihara anjing yang baik.
"Kita juga memiliki registrasi terkait ajing-ajing ras yang dipelihara oleh masyarakat, baik itu siapa pemiliknya dan penanggungjawabnya," beber Suandi.
Yang menjadi kekhawatirannya adalah masuknya anjing-anjing dari luar Bali yang dapat membawa virus itu masuk ke Bali. "Yang perlu kita waspadai adalah masuknya anjing-anjing dari Jawa ke Bali,"pungkasnya.
Reporter: bbn/rob
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun