Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 3 Agustus 2026
Potongan Payudara Ditemukan di Pantai Matahari Terbit
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Warga di Jalan Pantai Matahari Terbit, Sanur, Jumat (12/12) gempar. Potongan payudara ditemukan seorang warga persis di pantai dekat jembatan yang baru dibangun. Dugaan sementara, potongan payudara itu sengaja dibuang karena habis dioperasi tumor atau kanker.
Penemuan potongan payudara itu tanpa disengaja. Seorang warga bernama Wayan Darmasa (27) tinggal di Jalan By Pass Sanur, sekitar pukul 09.30 Wita bermaksud mandi dilokasi pantai.
Tiba di atas jembatan, dia melihat ada segepok daging yang diduga bangkai anjing. Namun rasa penasarannya tak bisa ditahan. Dia pun turun kebawah dan melihat apakah benar penglihatannya.
Betapa kagetnya saksi, ketika melihat potongan payudara yang kondisinya sudah membusuk. Penemuan itu dilaporkan ke Polsek Densel. Setelah aparat kepolisian mengecek laporan masyarakat, potongan payudara itu dibawa ke RSUP Sanglah untuk divisum et revertum.
Dari penyelidikan awal, kita menduga potongan payudara itu bekas operasi dan dibuang pemiliknya. Karena didekat penemuan kita menemukan sesajenujar Kapolsek Densel AKP Gede Ganfeo SH, Jumat (12/12).
Apa langkah selanjutnya ? Kepolisian, kata AKP Ganefo akan mengecek ke RSUP Sanglah, benarkah potongan payudara itu bekas operasi tim medis.
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 358 Kali
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 355 Kali
Bali Siaga Kekeringan, Buleleng-Jembrana Diprediksi Terdampak
Dibaca: 306 Kali
KPU Bali Temukan Ribuan Data Pemilih Belum Sinkron
Dibaca: 226 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun