Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 6 November 2026
Sopir Truk Dibakar di Muncan Butuh Rp100 Juta untuk Operasi Luka Bakar
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
I Gede Selamet (20), sopir truk asal Banjar Dinas Susut, Desa Muncan, Kecamatan Selat, Karangasem, masih menjalani perawatan di RS Prof Ngoerah Denpasar setelah menjadi korban pembakaran yang diduga dilakukan bosnya.
Selamet mengalami luka bakar sekitar 40 persen pada tubuhnya. Kini, pemuda tersebut masih terbaring dengan kondisi tubuh penuh perban dan membutuhkan sejumlah tindakan operasi akibat luka bakar yang dialaminya.
Kebutuhan biaya pengobatan menjadi persoalan baru bagi keluarga Selamet. Untuk satu kali operasi, keluarga diperkirakan membutuhkan biaya sekitar Rp20 juta. Sementara operasi disebut rencananya dilakukan hingga empat sampai lima kali.
Dengan demikian, kebutuhan biaya operasi saja diperkirakan mencapai sekitar Rp100 juta. Jumlah tersebut belum termasuk biaya rawat inap, obat-obatan, dan kebutuhan medis lainnya selama menjalani perawatan di rumah sakit.
Keluarga Selamet kini berharap bantuan dari masyarakat maupun pihak lain untuk meringankan biaya pengobatan.
Perbekel Desa Muncan, I Wayan Tunas, membenarkan kondisi tersebut saat dikonfirmasi, Minggu (20/9/2026). Ia mengatakan keluarga Selamet tergolong kurang mampu dan tercatat sebagai penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH).
"Keluarga korban ini termasuk sebagai penerima bantuan PKH, memang kondisi ekonominya kurang mampu. Orang tuanya bekerja sebagai buruh. Saya juga sempat dihubungi oleh keluarganya memberitahukan rencana operasi itu karena tidak bisa ditanggung BPJS, sehingga minta bantuan untuk dicarikan solusi," ujar Tunas.
Melihat kondisi keluarga korban, warga Banjar setempat bersama rekan-rekan Selamet mulai menggalang donasi untuk membantu biaya pengobatan.
Namun, hingga kini dana yang terkumpul baru sekitar Rp13 juta. Jumlah tersebut masih jauh dari kebutuhan biaya operasi yang diperkirakan mencapai Rp100 juta.
"Kemarin warga banjar dan rekan-rekannya sudah mulai kumpulkan donasi, baru terkumpul sekitar Rp13 jutaan. Semoga ada juga yang lain mau ikut memberikan bantuan kepada korban," harapnya.
Selamet merupakan anak pertama pasangan I Nengah Ngenteg dan Ni Nyoman Sumariati. Keluarga tersebut hidup sederhana. Kedua orang tua Selamet sehari-hari bekerja sebagai buruh harian, mulai dari menaikkan batu hingga menurunkan pasir.
Selamet sendiri bekerja sebagai sopir truk. Sementara adiknya yang masih berusia 15 tahun telah putus sekolah dan terkadang bekerja sebagai buruh cuci mobil.
Kronologi Selamet Dibakar
Peristiwa pembakaran terjadi setelah bos Selamet mendatangi rumah korban untuk menanyakan uang setoran truk yang belum diserahkan selama beberapa hari.
Saat itu, Selamet sedang berada di kamar dalam kondisi sakit selama sekitar dua hari sehingga tidak dapat bekerja. Keduanya kemudian terlibat cekcok terkait persoalan setoran.
Korban disebut hanya mampu menyerahkan sebagian uang dari jumlah setoran yang seharusnya. Diduga tidak terima dengan kondisi tersebut, pelaku kemudian melempar uang ke lantai.
Situasi selanjutnya berubah menjadi aksi kekerasan. Pelaku diduga membakar Selamet menggunakan pertalite yang sebelumnya telah dibawa.
Api tidak hanya membakar tubuh Selamet, tetapi juga membakar bagian kamar berukuran sekitar 3x4 meter yang ditempati korban.
Dalam kondisi tubuh terbakar, Selamet berlari keluar kamar untuk mencari pertolongan. Warga yang melihat kejadian tersebut kemudian berdatangan dan mengevakuasi korban ke Puskesmas Selat.
Selamet selanjutnya dirujuk ke RS Prof Ngoerah Denpasar untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Sebelumnya, Kapolres Karangasem AKBP I Made Santika membenarkan kasus tersebut. Ia mengatakan korban mengalami luka bakar sekitar 40 persen dan telah mendapatkan penanganan di rumah sakit.
"Pelaku sudah diamankan, pelaku adalah bos korban. Menurut keterangan yang diperoleh, korban ini sudah 15 hari belum setor selain itu ada riwayat meminjam uang juga. Kemungkinan bosnya emosi, cekcok hingga akhirnya terjadi pembakaran," ungkapnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 639 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 526 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan