Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




TBC Buleleng Belum Capai Target, Dinkes Bentuk Tim Siaga

Senin, 21 September 2026, 19:05 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/TBC Buleleng Belum Capai Target, Dinkes Bentuk Tim Siaga.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BULELENG.

Penanganan Tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Buleleng masih belum mencapai target yang ditetapkan. Dinas Kesehatan (Dinkes) Buleleng mencatat treatment coverage atau penemuan kasus TBC pada 2025 baru mencapai 82 persen, sementara targetnya sebesar 90 persen.

Capaian keberhasilan pengobatan pasien TBC juga masih berada di bawah target. Success rate atau tingkat keberhasilan pengobatan tercatat 77 persen dari target 90 persen.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Buleleng, Ni Nyoman Mertiasa, mengatakan percepatan penanganan TBC membutuhkan keterlibatan pemerintah hingga tingkat desa dan kelurahan.

"Percepatan penanganan TBC tidak bisa lagi dilakukan dengan pola biasa. Kita membutuhkan komitmen kuat hingga ke tingkat desa dan kelurahan melalui penguatan kader serta legalitas pembentukan tim siaga," ujar Mertiasa dalam Pertemuan Monitoring dan Evaluasi (MONEV) Pembentukan Desa dan Kelurahan Siaga TBC secara daring, Senin (21/9).

Menurut Mertiasa, kader memiliki peran penting dalam menemukan kasus TBC sejak dini. Kader juga berperan mendampingi pasien selama menjalani pengobatan hingga dinyatakan sembuh.

Karena itu, Dinkes Buleleng mendorong setiap desa dan kelurahan menerbitkan Surat Keputusan (SK) Kepala Desa atau Lurah tentang Pembentukan Tim Siaga TBC.

SK tersebut diharapkan memberikan kepastian bagi kader dalam menjalankan tugas. Selain itu, legalitas tersebut dapat membuka ruang dukungan sekaligus mengintegrasikan program penanganan TBC ke dalam pemerintahan desa dan kelurahan.

Pemahaman dan Anggaran Masih Jadi Kendala

Dinkes Buleleng masih menemukan sejumlah hambatan dalam penanganan TBC di lapangan. Salah satunya pemahaman perangkat desa mengenai urgensi penanganan TBC yang belum merata.

Dukungan anggaran di tingkat lokal juga masih terbatas. Di sisi lain, stigma masyarakat terhadap TBC menjadi tantangan dalam upaya pencegahan dan pengobatan.

Stigma tersebut juga berpengaruh terhadap penerimaan Terapi Pencegahan TBC (TPT), khususnya bagi orang yang memiliki kontak serumah dengan pasien TBC.

"Hambatan teknis maupun sosial di lapangan harus kita urai bersama. SK Desa dan Kelurahan Siaga TBC bukan sekadar formalitas administratif, melainkan wujud nyata hadirnya pemerintah desa untuk melindungi warganya dari penularan TBC," tegasnya.

Lima Tahapan Pembentukan Tim Siaga TBC

Pembentukan Desa dan Kelurahan Siaga TBC di Buleleng dilakukan melalui lima tahapan sepanjang 2026. Tahap awal berupa Rapat Koordinasi Pembentukan yang digelar pada 28 Juli 2026 di Aula Dinkes Buleleng.

Tahapan berikutnya berupa sosialisasi secara hybrid pada 28 Agustus 2026. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Pertemuan Monitoring dan Evaluasi (MONEV) pada Senin (21/9). Program tersebut akan dilanjutkan dengan Workshop Pembentukan Desa dan Kelurahan Siaga TBC pada Oktober 2026.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan Sosialisasi dan Launching Penyelenggaraan Desa dan Kelurahan Siaga TBC pada November 2026.

Pembentukan tim hingga tingkat desa dan kelurahan tersebut menjadi bagian dari upaya Buleleng memperkuat penemuan kasus, pendampingan pengobatan, serta pencegahan penularan TBC untuk mendukung target Eliminasi TBC Nasional 2030.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/rat



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami