Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Gara-Gara Proyek, Dua Dewan Berseteru

Selasa, 16 Desember 2008, 18:58 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, JEMBRANA.

Proyek gedung kesenian di areal Jembrana Tower (dulu twin tower) tidak henti-hentinya menuai masalah. Berawal dari kesalahan konstruksi kemudian diperintahkan untuk membongkar sampai keterlambatan waktu penyelesaian sehingga dikenakan denda, kali ini proyek tersebut memancing perseteruan 2 anggota DPRD Jembrana.

Iskandar Alfan dari Fraksi Nasional Demokrat Bangsa (FNDB) dan Ketut Subadi dari Fraksi Golkar terlibat perseteruan menyikapi proyek gedung kesenian yang menyedot APBD hingga Rp 3,4 miliar yang ternyata belum finishing, di halaman samping gedung DPRD Jembrana, Selasa (16/12).

Di mata Iskandar, proyek ini harus dilanjutkan sampai finishing sehingga diperlukan penganggaran di APBD 2009 ini. Namun Subadi secara tegas menolak kelanjutan pembangunan karena dinilai keberadaan gedung kesenian ke depan tidak akan ada manfaatnya.

Menurut Iskandar sejak jauh-jauh hari FNDB telah mengusulkan agar dibangun gedung kesenian di lokasi tersebut agar kegiatan kesenian tidak hanya dipentaskan di Stage Terbuka Pura Jagatnatha, Jembrana. Usulan FNDB
disetujui sehingga tahun 2008 ini dibangun gedung dimaksud dengan besaran anggaran Rp 3,4 miliar.

"Saya tahu dengan anggaran Rp 3,4 miliar, proyek tersebut belum finishing sehingga perlu dianggarkan lagi di tahun 2009. Kalau tidak sampai finishing untuk apa bangunan tersebut, apa mau jadi sarang walet," ujar Iskandar.

Namun Subadi tidak sependapat dengan Iskandar. Dia mengaku tidak tahu kalau gedung kesenian dengan anggaran Rp 3,4 miliar belum sampai finishing. Subadi hanya tahu kalau di lokasi tersebut akan dibangun twin tower, namun faktanya justru dibangun gedung kesenian.

"Tidak perlu ada anggaran karena tidak akan ada manfaatnya," ujar Subadi. Menurut Subadi, lebih baik anggaran untuk melanjutkan gedung kesenian dialihkan untuk sektor pembangunan lainnya seperti perbaikan infrastruktur jalan rusak.

Mendengar pernyataan Subadi, Iskandar tetap ngotot dengan pendiriannya dengan mengatakan kalau nantinya keberadaan gedung kesenian dipastikan akan bermanfaat. "Nantinya bisa digunakan oleh kelompok-kelompok seni, di sana dibuatkan ruangan pentas dan lain-lain agar kegiatan seni tidak melulu dipentaskan di Pura Jagatnatha," ujar Iskandar. Perseteruan berakhir dengan sendirinya, lantaran mereka sama-sama memilih diam. 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/dey



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami