Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 21 September 2026
Gara-Gara Proyek, Dua Dewan Berseteru
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Proyek gedung kesenian di areal Jembrana Tower (dulu twin tower) tidak henti-hentinya menuai masalah. Berawal dari kesalahan konstruksi kemudian diperintahkan untuk membongkar sampai keterlambatan waktu penyelesaian sehingga dikenakan denda, kali ini proyek tersebut memancing perseteruan 2 anggota DPRD Jembrana.
Iskandar Alfan dari Fraksi Nasional Demokrat Bangsa (FNDB) dan Ketut Subadi dari Fraksi Golkar terlibat perseteruan menyikapi proyek gedung kesenian yang menyedot APBD hingga Rp 3,4 miliar yang ternyata belum finishing, di halaman samping gedung DPRD Jembrana, Selasa (16/12).
Di mata Iskandar, proyek ini harus dilanjutkan sampai finishing sehingga diperlukan penganggaran di APBD 2009 ini. Namun Subadi secara tegas menolak kelanjutan pembangunan karena dinilai keberadaan gedung kesenian ke depan tidak akan ada manfaatnya.
Menurut Iskandar sejak jauh-jauh hari FNDB telah mengusulkan agar dibangun gedung kesenian di lokasi tersebut agar kegiatan kesenian tidak hanya dipentaskan di Stage Terbuka Pura Jagatnatha, Jembrana. Usulan FNDB
disetujui sehingga tahun 2008 ini dibangun gedung dimaksud dengan besaran anggaran Rp 3,4 miliar.
"Saya tahu dengan anggaran Rp 3,4 miliar, proyek tersebut belum finishing sehingga perlu dianggarkan lagi di tahun 2009. Kalau tidak sampai finishing untuk apa bangunan tersebut, apa mau jadi sarang walet," ujar Iskandar.
Namun Subadi tidak sependapat dengan Iskandar. Dia mengaku tidak tahu kalau gedung kesenian dengan anggaran Rp 3,4 miliar belum sampai finishing. Subadi hanya tahu kalau di lokasi tersebut akan dibangun twin tower, namun faktanya justru dibangun gedung kesenian.
"Tidak perlu ada anggaran karena tidak akan ada manfaatnya," ujar Subadi. Menurut Subadi, lebih baik anggaran untuk melanjutkan gedung kesenian dialihkan untuk sektor pembangunan lainnya seperti perbaikan infrastruktur jalan rusak.
Mendengar pernyataan Subadi, Iskandar tetap ngotot dengan pendiriannya dengan mengatakan kalau nantinya keberadaan gedung kesenian dipastikan akan bermanfaat. "Nantinya bisa digunakan oleh kelompok-kelompok seni, di sana dibuatkan ruangan pentas dan lain-lain agar kegiatan seni tidak melulu dipentaskan di Pura Jagatnatha," ujar Iskandar. Perseteruan berakhir dengan sendirinya, lantaran mereka sama-sama memilih diam.
Reporter: bbn/dey
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8243 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5699 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3560 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2407 Kali
ABOUT BALI
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar