Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 1 Juli 2026
Satpam Villa Cabuli Anak Dibawah Umur
Seririt
BERITABALI.COM, BULELENG.
perkosaanMelakukan pencabulan terhadap seorang anak Warga Negara Belanda yang masih dibawah umur, seorang oknum Satuan Pengaman, Satpam Villa di Desa Tangguwisia Kecamatan Seririt dilaporkan ke polisi.
Aksi pencabulan yang dilakukan Putu Arya (22) oknum Satpam yang menjaga sebuah villa tidak bernama di Desa Tangguwisia Kecamatan Seririt berawal saat orang tua korban, menemukan korban berinisial MN (14) dalam keadaan telanjang, kontan saja kedua Warga Negara Belanda yang berlibur dan menginap di Villa Tali yang bersebelahan dengan Villa lokasi peristiwa melaporkannya ke Polisi.
“dari laporan tersebut kita sudah melakukan penangganan dan ini tetap melakukan proses secara hukum sesuai aturann hukum di Indonesia, walaupun yang menjadi korban aksi pencabulan tersebut Warga Negara Belanda,” ungkap Perwira Humas Polres Buleleng, Kompol I Made Sudirsa.
Terkait belum dilakukan penangkapan terhadap oknum Satpam yang menjadi pelaku pencabulan tersebut, polisi akan melakukan proses hukum dengan melakukan pemanggilan terhadap pelaku sebagai tersangka, “ kita akan panggil dulu, namun bila tiga kali panggilan tidak dipenuhi, polisi terpaka melakukan upaya hukum dengan melakukan penangkapan,” tegas Sudirsa.
Sementara, dalam laporan awal di Mapolres Buleleng menyebutkan, pelaku Putu Arya yang bertugas di Villa tidak memiliki nama di Desa Tangguswisia mendatangi Villa Tali tempat keluarga korban menginap yang tepat berada disebelah tempatnya bertugas, malam itu, pelaku mengedor jendela kamar korban dan mengajak jalan-jalan, namun saat berada dilokasi peristiwa, pelaku merayu korban MN untuk diajak berhubungan intim.
Reporter: bbn/sas
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun